Iran Ancam Tutup Jalur Laut Merah, Respons Blokade AS
- 16 Apr 2026 15:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jenderal Iran Ali Abdollahi Aliabadi mengancam akan menutup jalur pelayaran di Laut Merah dan rute perdagangan lain jika blokade AS terhadap pelabuhan Iran terus berlanjut.
- Iran menilai blokade AS membahayakan kapal dagang dan tanker minyak serta menyebutnya berpotensi melanggar gencatan senjata, dengan ancaman penutupan aktivitas ekspor-impor di kawasan strategis.
- AS melaporkan sembilan kapal berhasil dihentikan dan dua tanker Iran dicegat, sementara Gedung Putih menegaskan blokade tetap berjalan untuk menekan Iran.
RRI.CO.ID, Teheran — Seorang jenderal Iran memperingatkan bahwa Teheran dapat menutup jalur pelayaran di Laut Merah serta rute perdagangan regional lainnya. Hal tersebut disampaikan pada hari Rabu, 15 April 2026, dilansir dari Fox News.
Ancaman tersebut muncul jika blokade Amerika Serikat terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran terus berlanjut. Ancaman tersebut disampaikan oleh Mayor Jenderal Ali Abdollahi Aliabadi dan disiarkan melalui televisi pemerintah Iran.
Aliabadi menilai blokade tersebut menciptakan ketidakamanan bagi kapal dagang dan tanker minyak Iran. Ia juga menyebutnya sebagai potensi pelanggaran terhadap gencatan senjata yang sedang berlangsung.
Ia juga menegaskan bahwa angkatan bersenjata Iran tidak akan mengizinkan aktivitas ekspor dan impor berlangsung di wilayah Teluk Persia, Laut Oman, dan Laut Merah. Hal tersebut akan dilakukan jika tekanan dari pihak Amerika Serikat terus berlanjut.
Di sisi lain, Gedung Putih menanggapi dengan menegaskan bahwa Washington telah menjelaskan garis merahnya secara jelas melalui tim negosiasi. Amerika Serikat juga menyebut bahwa blokade laut yang diberlakukan semakin menekan Iran dalam situasi saat ini.
Komando Pusat AS melaporkan bahwa sembilan kapal yang mencoba menembus blokade berhasil dihentikan, seluruhnya merupakan kapal tanker minyak. Selain itu, AS juga mengonfirmasi bahwa dua tanker minyak Iran dicegat saat berupaya meninggalkan pelabuhan Chabahar menuju Teluk Oman.
Menurut pernyataan militer AS, tidak ada kapal yang melewati blokade selama 48 jam pertama operasi. Sebanyak sembilan kapal lainnya juga diminta untuk berbalik kembali ke perairan Iran.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....