Jepang Gelontorkan Dana Rp171,6 Triliun untuk Stabilkan Pasokan Minyak Asia
- 15 Apr 2026 16:23 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Jepang mengumumkan dukungan finansial sekitar 10 miliar dolar AS untuk membantu negara-negara Asia mengamankan pasokan minyak mentah di tengah krisis energi global.
- Dana tersebut disalurkan melalui Japan Bank for International Cooperation dan Nippon Export and Investment Insurance guna memperkuat pembiayaan negara terdampak.
- Jepang juga menyoroti kerentanan Asia Tenggara terhadap gangguan pasokan energi serta menyiapkan pelepasan 36 juta barel minyak dari cadangan nasional untuk menjaga stabilitas domestik.
RRI.CO.ID, Tokyo — Jepang mengumumkan rencana dukungan finansial senilai sekitar 10 miliar dolar AS (Rp171,6 triliun). Dukungan ini ditujukan untuk membantu negara-negara Asia dalam pengadaan minyak mentah, dilansir dari Reuters, Rabu, 15 April 2026.
Langkah tersebut diambil di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah yang mendorong kenaikan harga energi global dan mengganggu rantai pasok. Dukungan tersebut akan disalurkan melalui lembaga keuangan yang didukung pemerintah Jepang.
Di antaranya adalah Japan Bank for International Cooperation dan Nippon Export and Investment Insurance. Skema ini bertujuan memperkuat akses pembiayaan bagi negara-negara yang terdampak.
Sejumlah negara Asia seperti Filipina, Malaysia, Singapura, Thailand, dan Vietnam turut hadir dalam pertemuan tersebut. Jepang menegaskan, negara-negara Asia memiliki keterhubungan erat melalui rantai pasok sehingga gangguan energi di satu kawasan dapat berdampak luas.
Jepang menyoroti kondisi Asia Tenggara yang memiliki cadangan minyak lebih kecil. Kondisi tersebut membuat kawasan ini lebih rentan terhadap tekanan pasokan energi.
Kerentanan itu juga berdampak pada komoditas penting seperti nafta yang digunakan dalam industri plastik dan sektor kesehatan. Sekitar 90 persen minyak yang melewati Selat Hormuz ditujukan ke Asia, sehingga gangguan berdampak besar terhadap stabilitas energi kawasan.
Jepang juga berencana melepas 36 juta barel minyak dari cadangan nasional mulai awal Mei untuk menjaga stabilitas pasokan domestik. Pemerintah juga menegaskan bahwa dukungan internasional ini tidak akan memengaruhi kebutuhan energi dalam negeri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....