Jepang Terima Pengiriman Pertama Minyak dari Timteng, Mengatasi Krisis

  • 31 Mar 2026 12:17 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kapal tanker membawa 100.000 kiloliter minyak mentah dari Arab Saudi tiba di Imabari, Jepang, melalui Laut Merah dengan rute yang menghindari Selat Hormuz yang dianggap terblokir.
  • Perusahaan Taiyo Oil menyebut pengiriman ini sebagai yang pertama dari Timur Tengah sejak operasi militer Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran, dengan minyak akan diolah menjadi berbagai produk energi.
  • Taiyo Oil menyatakan akan mendiversifikasi sumber pasokan minyak dan berkoordinasi dengan pemerintah, setelah pengiriman berhasil diterima di tengah meningkatnya kekhawatiran pasokan energi akibat konflik kawasan.

RRI.CO.ID, Imabari — Sebuah kapal tanker yang membawa minyak mentah dari Timur Tengah telah tiba di kilang minyak di Jepang bagian barat. Kedatangan tersebut terjadi di tengah meningkatnya kekhawatiran terhadap pasokan energi akibat konflik kawasan.

Melansir dari NHK, Selasa, 31 Maret 2026, kapal tersebut mengangkut sekitar 100.000 kiloliter minyak mentah yang berasal dari Arab Saudi. Minyak itu dikirim melalui Laut Merah dengan rute yang menghindari Selat Hormuz yang dianggap terblokir.

Pengiriman tersebut tiba di Kota Imabari, Prefektur Ehime, pada Minggu, 29 Maret 2026. Perusahaan Taiyo Oil menyebut pengiriman itu merupakan yang pertama dari Timur Tengah ke Jepang.

Pengiriman tersebut dilakukan sejak operasi militer yang diluncurkan oleh Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran. Perusahaan tersebut menyatakan minyak akan dimasukkan ke tangki penyimpanan pada Senin, 30 Maret 2026.

Setelah itu, minyak akan diolah menjadi bensin, solar, nafta, dan berbagai produk petrokimia lainnya. Produk-produk tersebut kemudian akan didistribusikan terutama ke wilayah Jepang bagian barat.

Direktur Operasi Shikoku, Ishikawa Junichi, mengatakan pihaknya merasa lega. Pengiriman dapat diterima tanpa kendala besar meskipun situasi Timur Tengah sedang tegang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa perusahaan akan terus mendiversifikasi sumber pasokan minyak. Perusahaan juga akan berkoordinasi dengan instansi pemerintah terkait untuk merespons perkembangan situasi energi global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....