Harga Minyak Dunia Melonjak usai Negosiasi AS-Iran Gagal, Tembus USD104 Per Barel
- 13 Apr 2026 13:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Blokade Selat Hormuz berimbas pada harga minyak dunia per 13 April yang melonjak 8 persen.
- Negosiasi 21 jam Iran-AS gagal menemukan kesepakatan.
- Trump ancam blokade Selat Hormuz dampak kegagalan negosiasi tersebut pada Senin 13 April 2026, mulai pukul 10.00 waktu setempat.
RRI.CO.ID, Jakarta - Kegagalan negosiasi Amerika Serikat (AS) dan Iran membuat pasar waspada terhadap kenaikan harga minyak serta gas dunia. Banyak tanker minyak masih tertahan di kawasan Teluk sementara ketegangan antara kedua negara terus memuncak.
Wakil Presiden AS, JD Vance menyalahkan penolakan Teheran menghentikan program nuklir sebagai penyebab utama kegagalan pembicaraan damai. Sebaliknya, pihak Iran mengkritik tuntutan AS yang dianggap sangat berlebihan dan tidak masuk akal.
Vance beserta petinggi AS lainnya meninggalkan Islamabad Minggu pagi, 12 April 2026, setelah berdiskusi intens selama 21 jam dengan pejabat Iran. Harapan damai memudar berujung pada rencana blokade akses Selat Hormuz oleh AS.
Imbasnya, harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) naik 8 persen hingga menembus kisaran angka 104 dolar per barel. Sementara itu, harga minyak Brent internasional naik 7 persen menjadi 103 dolar per barel.
Harga gas grosir melonjak 6 persen akibat kekhawatiran gangguan pasokan energi global yang signifikan. Minyak pemanas sebagai acuan bahan bakar jet juga melambung 10 persen pada awal perdagangan.
Analis Pasar IG Australia, Tony Sycamore menyebut pasar energi akan menghadapi pembukaan yang sulit saat perdagangan reguler dimulai per 13 April ini. "Kecuali terjadi perubahan arah yang mendadak, pasar energi diprediksi akan mengalami pembukaan yang bergejolak saat perdagangan reguler kembali dimulai besok pagi," ujarnya, dikutip dari The Guardian, Senin 13 April 2026.
Ekonom Nanyang Technological University (NTU) Singapura, Chua Yeow Hwee menyebut pasar menantikan sinyal positif guna menurunkan tekanan harga energi saat ini. "Harga minyak kemungkinan akan tetap tinggi karena ekspektasinya bergantung pada apakah blokade tersebut diterapkan sepenuhnya, apakah gangguan pengiriman meluas, dan apakah upaya diplomasi dilanjutkan," katanya.
Di satu sisi, Komando Pusat Militer AS atau United States Central Command (CENTCOM) memberikan klarifikasi yang sedikit melunakkan pernyataan Trump. Mereka menyatakan bahwa blokade tersebut hanya akan menargetkan lalu lintas maritim yang masuk dan keluar dari pelabuhan Iran.
Pasukan AS ditegaskan tidak akan mengganggu kebebasan navigasi bagi kapal-kapal yang melintasi Selat Hormuz menuju atau dari pelabuhan non-Iran. Blokade ini dijadwalkan dimulai secara resmi pada hari Senin, 13 April 2026 pukul 10 pagi waktu setempat.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....