IMF, IEA, dan Bank Dunia Peringatkan Harga Energi Tinggi Berkepanjangan
- 15 Apr 2026 16:05 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IMF, IEA, dan Bank Dunia memperingatkan harga bahan bakar dan pupuk akan tetap tinggi dalam jangka panjang akibat perang di Timur Tengah.
- Gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur dinilai memperlambat pemulihan ekonomi global, dengan dampak paling besar dirasakan negara pengimpor energi dan negara berpendapatan rendah.
- Pemulihan perdagangan global diperkirakan membutuhkan waktu meski jalur pelayaran seperti Selat Hormuz kembali normal, sehingga lembaga internasional memperkuat koordinasi dukungan untuk pemulihan ekonomi.
RRI.CO.ID, Washington — Badan Energi Internasional (IEA), Dana Moneter Internasional (IMF), dan Bank Dunia mengeluarkan peringatan bersama. Mereka menyebut harga bahan bakar dan pupuk diperkirakan tetap tinggi dalam jangka waktu panjang.
Melansir dari Anadolu, Rabu, 15 April 2026, kondisi ini tetap terjadi meskipun aliran perdagangan melalui Selat Hormuz kembali normal. Ketiga lembaga tersebut menyebut gangguan rantai pasok dan kerusakan infrastruktur akibat perang di Timur Tengah sebagai faktor utama.
Faktor-faktor tersebut memperlambat pemulihan ekonomi global. Dalam pernyataan bersama, mereka menilai dampak konflik bersifat global, signifikan, dan tidak merata.
Negara pengimpor energi serta negara berpendapatan rendah menjadi pihak paling terdampak. Ketiga institusi tersebut juga menegaskan bahwa pemulihan perdagangan global akan membutuhkan waktu.
Hal ini terjadi meskipun jalur pelayaran kembali dibuka karena rantai pasok masih terganggu. Dampak lanjutan diperkirakan akan merambat ke berbagai sektor, termasuk energi, pangan, serta pariwisata.
Dalam pernyataan tersebut, lembaga-lembaga internasional itu menegaskan komitmen untuk terus memantau perkembangan. Mereka juga akan mengoordinasikan dukungan kepada negara-negara anggota.
“Tim kami bekerja sama erat, termasuk di tingkat negara, untuk memanfaatkan keahlian masing-masing dan membantu negara-negara melalui kebijakan yang disesuaikan serta dukungan finansial bila diperlukan,” demikian pernyataan tersebut.
Tujuan dari langkah tersebut adalah membantu pemulihan ekonomi global yang lebih stabil dan tangguh. Selain itu, upaya ini diharapkan mampu menciptakan pertumbuhan dan lapangan kerja.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....