IMF: Perang Timteng Akan Perlambat Pertumbuhan Ekonomi Global
- 15 Apr 2026 15:14 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- IMF memperingatkan perang Timur Tengah dapat memperlambat pertumbuhan ekonomi global, meningkatkan inflasi, dan memicu risiko resesi.
- IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1 persen, dipicu ketidakpastian dan lonjakan harga energi akibat gangguan di Selat Hormuz.
- Dalam skenario terburuk, pertumbuhan global bisa turun ke 2 persen dengan inflasi mencapai 6 persen, dengan dampak terbesar pada negara berkembang.
RRI.CO.ID, Washington — Dana Moneter Internasional (IMF) memperingatkan bahwa perang di Timur Tengah berpotensi memperlambat pertumbuhan ekonomi global. Selain itu, perang tersebut akan meningkatkan inflasi dan risiko resesi, dilansir dari New York Times, Rabu, 15 April 2026.
Konflik yang melibatkan Iran ini dinilai telah mengganggu stabilitas ekonomi dunia. Sebelumnya, ekonomi global relatif mampu bertahan dari pandemi serta perang antara Rusia dan Ukraina.
Dalam laporan World Economic Outlook, IMF menurunkan proyeksi pertumbuhan global menjadi 3,1 persen tahun ini. Kepala ekonom IMF, Pierre-Olivier Gourinchas, menyebut prospek ekonomi global memburuk akibat meningkatnya ketidakpastian dan gejolak harga energi.
Gangguan pada pasokan energi terjadi terutama di kawasan Selat Hormuz. Kondisi ini mendorong lonjakan harga minyak hingga melampaui 100 dolar per barel serta kenaikan tajam harga gas dan pupuk.
Kondisi ini berpotensi meningkatkan biaya produksi dan menekan daya beli masyarakat di berbagai negara. IMF juga memaparkan sejumlah skenario dampak ekonomi.
Dalam skenario terburuk, pertumbuhan global dapat turun hingga 2 persen. Selain penurunan pertumbuhan global, inflasi juga diperkirakan dapat mencapai 6 persen.
Dampak paling besar diperkirakan akan dirasakan oleh negara-negara berkembang. Sementara itu, ekonomi global secara keseluruhan menghadapi tekanan yang semakin berat akibat konflik yang belum mereda.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....