IHSG Ditutup Naik Ditopang Rilis Oulook Ekonomi IMF
- 20 Jan 2026 21:03 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta – Perdagangan saham di Bursa Efek Indonesia (BEI) berfluktuatif sepanjang hari ini, Selasa, 20 Januari 2026. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) bergerak di rentang 9.174-9.120.
Namun, IHSG ditutup di level 9.134,70 atau naik tipis 0,01 persen dibandingkan saat penutupan hari sebelumnya. “IHSG menguat tipis dan mencatatkan kenaikan untuk hari kelima berturut-turut,” kata Tim Analis Pilarmas Investindo Sekuritas, Selasa (20/1/2026).
Menurut Tim Pilarmas, sentimen positif datang dari rilis terbaru International Moneter Fund (IMF) dalam World Economic Outlook. IMF memproyeksikan pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun 2026 dan 2027 sebesar 5,1 persen, lebih tinggi dari proyeksi sebelumnya.
Baca Juga:
Rupiah Ditutup Melemah Tipis ke Rp16.956/Dolar AS
Banyak Pelaku Ekonomi Belum Terdaftar di Sistem Pajak
IMF menilai stimulus fiskal dan moneter yang akomodatif menopang ketahanan ekonomi Indonesia. Sementara itu, pelaku pasar menunggu keputusan suku bunga kebijakan Bank Indonesia yang akan diumumkan hari Rabu besok.
“Kami memperkirakan suku bunga tidak akan berubah pada pertemuan hari Rabu, hal ini dilakukan untuk melindungi nilai Rupiah. Di sisi lain kenaikan indeks di batasi, setelah Presiden Prabowo Subianto mencalonkan keponakannya sebagai deputi gubernur Bank Indonesia,” ujar Tim Pilarmas.
Pencalonan itu memicu kekhawatiran akan independensi BI dan menyebabkan rupiah kembali melemah. Selain pengaruh global yang menekan mata uang rupiah.
Hari ini sebanyak 336 saham harganya naik, 323 saham harganya turun dan 143 saham stagnan. Saham sektor bahan baku naik paling kuat (2,49 persen), saham sektor transportasi dan logistik turun paling dalam (-0,63 persen).
Volume saham yang diperdagangkan sebanyak 72,40 miliar lembar saham, dengan frekuensi perdagangan sebanyak 3,94 juta kali transaksi. Total nilai perdagangan sebesar Rp29,78 triliun dan kapitalisasi pasar sebesar Rp16.590 triliun.
Namun hari ini, Indeks LQ45 yang berisi saham-saham unggulan melemah. Saham-saham yang mendominasi penurunan diantaranya DSSA, INCO, KLBF, INDF, BRPT.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....