Paus Leo Tak Ingin Berdebat dengan Trump soal Perang AS-Iran

  • 13 Apr 2026 20:05 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Paus Leo XIV, menanggapi kritik keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait komentarnya soal perang antara AS dan Iran.
  • Paus Leo menegaskan dirinya tidak berniat berdebat dengan Trump dan tetap menyerukan perdamaian.

RRI.CO.ID, Vatican City - Pemimpin umat Katolik sedunia, Paus Leo XIV, menanggapi kritik keras Presiden Amerika Serikat Donald Trump terkait komentarnya soal perang antara AS dan Iran. Paus Leo menegaskan dirinya tidak berniat berdebat dengan Trump dan tetap menyerukan perdamaian.

Pernyataan tersebut disampaikan Paus Leo kepada wartawan di dalam pesawat kepausan saat penerbangan menuju Aljazair untuk kunjungan perdananya ke Afrika. Hal ini seperti dilaporkan AFP, pada Senin 13 April 2026.

“Saya bukan seorang politikus. Saya tidak berniat untuk berdebat dengannya. Pesannya masih sama, untuk mempromosikan perdamaian,” ujar Paus Leo.

Sebelumnya, Trump melontarkan kritik tajam kepada Paus Leo yang mengecam perang antara AS dan Iran. Trump menyebut Paus Leo 'sangat buruk untuk kebijakan luar negeri'.

“Kita tidak menyukai Paus yang mengatakan bahwa memiliki senjata nuklir itu boleh-boleh saja. Dia adalah orang yang tidak berpikir bahwa kita harus bermain-main dengan negara yang menginginkan senjata nuklir, sehingga mereka dapat menghancurkan dunia,” kata Trump.

“Saya bukan penggemar Paus Leo,” ujarnya.

Paus Leo XIV dikenal sebagai Paus pertama yang berasal dari Amerika Serikat dan vokal soal perang.

Ia kerap vokal menentang perang yang melibatkan AS dan Israel terhadap Iran. Pekan lalu, Paus Leo mengutuk retorika dan ancaman Trump terhadap rakyat Iran, yang disebutnya 'benar-benar tidak dapat diterima.'

Dalam pernyataan terpisah di platform media sosial Truth Social, Trump kembali mengkritik Paus Leo dan menyebutnya lemah. “Saya tidak menginginkan seorang Paus yang mengkritik Presiden Amerika Serikat,” kata Trump.

Ia juga mengklaim Paus Leo tidak masuk daftar kandidat Paus dan disebut 'dipilih karena berasal dari Amerika'. Meski demikian, Paus Leo menegaskan fokusnya tetap pada upaya mendorong perdamaian global di tengah meningkatnya ketegangan geopolitik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....