Paus Leo XIV: Perdamaian Sejati Tak Bisa Dipaksakan Melalui Kekerasan

  • 05 Apr 2026 21:36 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat lahir dari kekerasan atau pemaksaan kehendak.
  • Paus Leo menyebut, perdamaian hanya bisa tumbuh melalui dialog, pengertian, dan semangat saling merangkul antarbangsa maupun antarkelompok.

RRI.CO.ID, Vatikan - Paus Leo XIV menegaskan bahwa perdamaian sejati tidak dapat lahir dari kekerasan atau pemaksaan kehendak. Perdamaian, menurutnya, hanya bisa tumbuh melalui dialog, pengertian, dan semangat saling merangkul antarbangsa maupun antarkelompok.

Hal ini disampaikan Paus dalam pesan berkat untuk Kota Roma dan dunia (Urbi et Orbi) pada perayaan Minggu Paskah di Basilika Santo Petrus, Vatikan. Dalam pesannya, Paus menekankan bahwa upaya menciptakan stabilitas dengan cara dominasi justru berpotensi memperpanjang konflik.

Menurutnya, perdamaian yang bertahan lama harus dibangun di atas dasar kepercayaan, keadilan. Serta kesediaan untuk mendengar satu sama lain. Paus pun mendesak para pemimpin dunia untuk memilih jalan damai daripada menggunakan kekuasaan mereka untuk melancarkan perang.

“Biarlah mereka yang memiliki senjata meletakkannya!” kata Paus Leo, Minggu, 5 April 2025. Ia menyesalkan, saat ini dunia dinilai semakin terbiasa dengan kekerasan.

Paus menegaskan bahwa perdamaian sejati bukanlah perdamaian yang dipaksakan melalui kekerasan. Melainkan lahir dari dialog dan semangat saling merangkul, bukan keinginan mendominasi pihak lain.

Dalam pesannya, Paus memperingatkan bahwa dunia kini semakin terbiasa dengan kekerasan dan penderitaan akibat konflik. Sehingga, menyebabkan perpecahan umat manusia.

“Kita menjadi acuh tak acuh bukan hanya terhadap kematian ribuan orang. Tetapi juga terhadap kebencian dan perpecahan yang disebabkan oleh perang, serta konsekuensi ekonomi dan sosialnya,” ujarnya.

Ia juga mengutip peringatan mendiang Paus Fransiskus tentang “meningkatnya globalisasi ketidakpedulian”. Menurut Paus Leo, umat manusia tidak boleh terus bersikap pasif terhadap kejahatan dan konflik.

Sebagai tindak lanjut, Paus mengumumkan akan memimpin doa bersama untuk perdamaian dunia. Kegiatan tersebut akan digelar pada 11 April mendatang di Basilika Santo Petrus.

Menutup pesan Urbi et Orbi, Paus menekankan bahwa kedamaian Paskah bukan sekadar ketiadaan senjata, tetapi juga kedamaian batin yang mampu mengubah hati manusia. Ia mengajak umat beriman untuk “menang tanpa kekerasan” melalui kasih yang menciptakan, mengampuni, dan menebus.

“Marilah kita izinkan diri kita diubah oleh kedamaian Kristus,” katanya. Paus lantas memohon damai sejati bagi mereka yang menderita akibat perang.

Sebelumnya, pada misa Minggu Palma (28/3), Paus Leo menyampaikan pernyataan keras bahwa “Yesus tidak mendengar doa orang-orang yang memulai perang”. Pernyataan tersebut dinilai relevan dengan eskalasi konflik terbaru di Timur Tengah, menyusul serangan gabungan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran.

Paus Leo XIV, Paus pertama asal Amerika Serikat dalam sejarah Gereja Katolik, selama ini dikenal konsisten mengutuk perang. Serta menyerukan dialog sebagai jalan menuju perdamaian dunia.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....