Paus Leo XIV Kembali Serukan Akhiri Perang AS-Iran Lewat Dialog
- 12 Apr 2026 19:18 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Paus Leo XIV kembali menyerukan penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS) dengan mengedepankan dialog dibandingkan aksi militer.
- Paus juga mendesak para pemimpin dunia segera duduk di meja perundingan.
RRI.CO.ID, Ankara - Paus Leo XIV kembali menyerukan penghentian perang antara Iran dan Amerika Serikat (AS). Serta mendesak para pemimpin dunia mengedepankan dialog dibandingkan aksi militer.
Dalam doa bersama di Basilika Santo Petrus, Sabtu 11 April 2026, Paus menegaskan pesan keras terkait konflik yang terus memakan korban. “Cukup dengan penyembahan terhadap diri sendiri dan uang! Cukup dengan pamer kekuatan! Cukup dengan perang!” katanya.
Ia menambahkan bahwa kekuatan sejati justru ditunjukkan dengan melayani kehidupan. Bukan malah dengan memperluas konflik bersenjata.
Paus tidak menyebut pemimpin tertentu secara langsung, namun mengkritik tindakan yang disebutnya “dibanggakan oleh sebagian orang dewasa”. Ia juga menyoroti dampak kemanusiaan yang dialami warga sipil, terutama anak-anak di wilayah konflik.
“Saya menerima banyak sekali surat dari anak-anak di zona konflik. Mari kita dengarkan suara anak-anak!” ujarnya.
Pernyataan ini menyusul peringatan Paus sebelumnya terkait potensi dampak global jika Selat Hormuz tetap ditutup. Ia menyebut kondisi tersebut sebagai sesuatu yang “benar-benar tidak dapat diterima” dan berpotensi mengancam peradaban dunia.
Paus juga mendesak para pemimpin dunia segera duduk di meja perundingan. “Kami menyeru mereka, berhenti! Ini adalah waktunya perdamaian! Duduklah di meja dialog dan mediasi,” katanya.
Ia pun mengingatkan agar para pemimpin menghindari keputusan yang merencanakan persenjataan ulang dan tindakan mematikan. Sebelumnya, prang memuncak setelah Israel bersama AS melancarkan serangan ke Iran pada 28 Februari lalu.
Dalam beberapa pekan, konflik tersebut dilaporkan menewaskan lebih dari 3.000 orang. Termasuk Pemimpin Tertinggi saat itu, Ali Khamenei.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal yang menargetkan Israel serta negara-negara yang menampung aset militer AS. Seperti Yordania dan Irak, sekaligus membatasi pergerakan kapal di Selat Hormuz.
Gencatan senjata akhirnya tercapai pekan ini melalui mediasi Pakistan. Meski demikian, perundingan permanen yang digelar di Islamabad pada Sabtu (11/4) belum menghasilkan kesepakatan final.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....