Paus Leo Desak Donald Trump Mencari Jalan Keluar Akhiri Perang Melawan Iran
- 02 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pope Leo mendesak Donald Trump mencari “jalan keluar” guna mengakhiri perang Iran dan mengurangi tingkat kekerasan.
- Paus menyatakan Tuhan menolak doa pemimpin yang memulai perang dan menyebut mereka memiliki “tangan penuh darah”, dalam pernyataan tegas sebelumnya.
- Perang yang berlangsung sejak 28 Februari menewaskan ribuan orang, mengganggu pasokan energi global, serta mengancam ekonomi dunia, sehingga paus menyerukan perdamaian sebelum Paskah.
RRI.CO.ID, Vatikan - Paus Leo mendesak Presiden Amerika Serikat Donald Trump untuk mencari “jalan keluar” guna mengakhiri perang Iran. Seruan tersebut disampaikan dalam pernyataan langsung yang jarang dilakukan oleh Paus, dilansir dari Reuters, Kamis, 2 April 2026.
Pernyataan tersebut muncul ketika konflik regional semakin meluas, Paus mengatakan Trump baru-baru ini menyatakan ingin mengakhiri perang. Ia berharap, Trump benar-benar mencari “off-ramp” atau jalan keluar.
“Saya diberi tahu bahwa Presiden Trump baru-baru ini menyatakan ingin mengakhiri perang,. Mudah-mudahan ia sedang mencari jalan keluar, semoga ia mencari cara untuk mengurangi tingkat kekerasan,” katanya.
Seruan tersebut disampaikan kepada wartawan di luar kediamannya di Castel Gandolfo, dekat Roma. Paus juga berharap ada langkah konkret untuk mengurangi tingkat kekerasan.
Pada Minggu, 29 Maret 2026 sebelumnya, paus menyampaikan pernyataan yang sangat tegas. Ia mengatakan, Tuhan menolak doa para pemimpin yang memulai perang.
Paus juga menyebut para pemimpin tersebut memiliki “tangan penuh darah”. Konflik Iran sendiri telah berlangsung selama satu bulan, sejak Amerika Serikat dan Israel melakukan serangan pada 28 Februari.
Konflik kemudian menyebar ke berbagai wilayah di kawasan, menyebabkan ribuan orang meninggal dunia akibat pertempuran. Pasokan energi global juga terganggu sehingga mengancam stabilitas ekonomi dunia.
Paus berharap kekerasan dapat berakhir sebelum perayaan Paskah pada 5 April dan menyoroti banyaknya korban sipil dalam konflik ini. Ia kembali menyerukan pentingnya perdamaian, menurutnya, terlalu banyak pihak yang mendorong pertempuran dan kekerasan.
Paus menegaskan dunia membutuhkan penghentian konflik segera dan mengajak semua pihak terus menyerukan perdamaian. Ia juga menekankan perlunya langkah konkret untuk mengurangi kekerasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....