Inggris dan AS Bahas Pemulihan Pelayaran Selat Hormuz
- 11 Apr 2026 13:43 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Keir Starmer dan Donald Trump membahas pemulihan pelayaran di Selat Hormuz setelah gencatan senjata antara AS dan Iran.
- Inggris mendorong pemulihan kebebasan navigasi dan rencana praktis bersama mitra internasional untuk membuka kembali jalur strategis tersebut.
- Ketegangan kawasan masih tinggi pasca ofensif 28 Februari, sementara Iran membalas serangan dan negosiasi diharapkan menghasilkan kesepakatan jangka panjang.
RRI.CO.ID, Washington — Perdana Menteri Inggris Keir Starmer dan Presiden Amerika Serikat Donald Trump menggelar pembicaraan telepon pada Kamis, 9 April 2026. Mereka membahas pemulihan pelayaran di Selat Hormuz, dilansir dari Anadolu.
Diskusi tersebut dilakukan setelah tercapainya kesepakatan gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran. Starmer menghubungi Trump dari Qatar, tempat ia bertemu para pemimpin negara Teluk dan perencana militer.
Menurut pernyataan Downing Street, Starmer menekankan pentingnya memulihkan kebebasan navigasi di Selat Hormuz. Ia juga menyoroti upaya Inggris menggalang mitra internasional untuk menyusun rencana yang dapat diterapkan.
Kedua pemimpin sepakat bahwa setelah gencatan senjata dan kesepakatan membuka kembali Selat Hormuz, perhatian perlu beralih ke tahap berikutnya. Tahap tersebut bertujuan untuk mencapai solusi jangka panjang.
Mereka juga membahas perlunya rencana praktis untuk melanjutkan pelayaran melalui jalur strategis tersebut secepat mungkin. Selain itu, kedua pemimpin sepakat untuk tetap menjalin komunikasi erat dan akan kembali berbicara dalam waktu dekat.
Kawasan tersebut masih berada dalam kewaspadaan tinggi sejak ofensif terhadap Iran pada 28 Februari yang melibatkan Israel dan Amerika Serikat. Serangan tersebut dilaporkan menyebabkan sedikitnya 3.000 orang meninggal.
Iran kemudian membalas dengan serangan drone dan rudal. Serangan tersebut menargetkan Israel, Yordania, Irak, serta negara-negara Teluk yang menampung aset militer Amerika Serikat.
Konflik tersebut menyebabkan korban jiwa, kerusakan infrastruktur, serta mengganggu pasar global dan penerbangan. Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya mengumumkan gencatan senjata selama dua minggu.
Ia menyebut Iran telah mengajukan proposal 10 poin yang dinilai dapat diterapkan. Sementara itu, negosiasi diharapkan menentukan kemungkinan tercapainya kesepakatan jangka panjang.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....