Lalu Lintas Selat Hormuz Masih Terhenti Pasca Gencatan Senjata
- 10 Apr 2026 14:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih sangat terbatas, hanya tujuh kapal melintas dalam 24 jam meski Iran mencabut blokade secara bersyarat.
- Iran membatasi transit kapal dan memberlakukan koordinasi militer, sementara laporan berbeda menyebut selat sempat ditutup kembali akibat eskalasi konflik di Lebanon.
- Pemulihan pasokan minyak dan gas global diperkirakan memakan waktu berbulan-bulan, meskipun gencatan senjata dan rencana pembicaraan lanjutan telah disepakati.
RRI.CO.ID, Teheran — Lalu lintas kapal di Selat Hormuz masih nyaris terhenti. Kondisi ini terjadi meskipun Iran mencabut blokade secara bersyarat di tengah gencatan senjata rapuh dengan Amerika Serikat dan Israel.
Dalam 24 jam setelah pengumuman tersebut, hanya tujuh kapal yang tercatat melintasi selat. Jumlah tersebut jauh di bawah kondisi sebelum konflik yang mencapai lebih dari 130 kapal per hari.
Sejak perang dimulai, rata-rata hanya tujuh kapal yang melintas setiap hari. Iran sebelumnya mengumumkan lintasan aman selama dua minggu, namun pelayaran harus melalui koordinasi dengan angkatan bersenjata Iran.
Melansir dari Reuters dan ABC Australia, Jumat, 10 April 2026, data pelacakan menunjukkan lalu lintas tetap sangat terbatas. Enam kapal yang melintas merupakan kapal kargo curah yang menggunakan jalur di sepanjang pantai Iran, disebut rute “gerbang tol”.
Tiga kapal dimiliki perusahaan Tiongkok dan tiga lainnya milik Yunani. Satu kapal lainnya merupakan tanker minyak dan kimia milik Tiongkok, namun rutenya tidak jelas karena data pelacakannya menghilang.
Iran dilaporkan membatasi jumlah kapal yang melintas menjadi sekitar selusin per hari sebagai bagian dari gencatan senjata. Beberapa media Iran juga menyebut selat kembali ditutup sebagai respons atas serangan Israel di Lebanon.
Laporan lain menyebut Iran membagikan peta untuk membantu kapal menghindari ranjau laut. Meski demikian, bahkan jika jalur pelayaran dibuka kembali, pemulihan rantai pasokan global diperkirakan memerlukan waktu lama.
Selat Hormuz menjadi bagian penting dalam negosiasi antara Amerika Serikat dan Iran. Presiden AS Donald Trump sebelumnya mendesak agar jalur tersebut dibuka.
Sementara itu, AS, Iran, dan Israel telah menyepakati gencatan senjata dan merencanakan pembicaraan lanjutan di Pakistan. Iran juga mengusulkan lintasan terkontrol di Selat Hormuz serta protokol transit aman yang menjamin dominasi Iran.
Proposal tersebut mencakup biaya sekitar dua juta dolar AS per kapal. Analis memperkirakan pemulihan pasokan minyak dan gas global dapat memakan waktu berbulan-bulan meskipun lalu lintas kapal kembali normal.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....