PBB Berharap Gencatan Senjata Redakan Krisis Kemanusiaan Timteng
- 10 Apr 2026 15:37 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- PBB berharap gencatan senjata di Timur Tengah dapat meredakan krisis kemanusiaan setelah lima minggu konflik yang merusak infrastruktur dan menimbulkan banyak korban sipil.
- OCHA menyebut kebutuhan bantuan meningkat di Iran, Lebanon, dan Gaza, termasuk pemulihan layanan dasar, penanganan pengungsi, serta kampanye vaksinasi bagi anak-anak.
- Kesenjangan pendanaan dan kondisi pengungsian yang memburuk mengancam bantuan, sementara Sekjen PBB Antonio Guterres mendorong penghentian permusuhan dan upaya diplomatik melalui utusan Jean Arnault.
RRI.CO.ID, Jenewa — Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB)menyampaikan harapan gencatan senjata di Timur Tengah dapat memberikan bantuan yang dibutuhkan bagi warga sipil. Harapan ini muncul setelah lebih dari lima minggu permusuhan yang menewaskan dan melukai banyak orang serta merusak infrastruktur penting.
PBB melalui Kantor Koordinasi Urusan Kemanusiaan (OCHA) menyatakan jeda pertempuran diharapkan dapat mengurangi tekanan pada masyarakat. Serangan berkelanjutan sebelumnya telah merusak fasilitas listrik, air, energi, dan transportasi di sejumlah wilayah terdampak.
Melansir dari Xinhua, Jumat, 10 April 2026, di Iran, PBB bersama mitra dan otoritas nasional terus meningkatkan bantuan kemanusiaan. Prioritas meliputi pemulihan layanan dasar, perlindungan kelompok rentan, rehabilitasi tempat penampungan dan sekolah, serta distribusi pasokan penting.
Sementara itu di Lebanon, pengungsian terus meningkat sehingga kebutuhan kemanusiaan melonjak. Perintah evakuasi baru mencakup wilayah luas di selatan Sungai Zahrani dan pinggiran selatan Beirut.
Badan pengungsi PBB bersama pemerintah Lebanon memberikan akses tempat penampungan dan bantuan kebutuhan dasar bagi warga yang mengungsi. Namun kondisi di tempat penampungan kolektif dilaporkan memburuk akibat kepadatan berlebih dan fasilitas sanitasi terbatas.
Situasi ini memicu munculnya kasus kudis dan kutu, terutama berisiko bagi anak-anak dan lansia. Tim medis telah dikerahkan, sementara mitra kemanusiaan menyediakan air bersih serta pasokan medis dan tempat penampungan.
Meski demikian, OCHA memperingatkan bantuan penyelamat jiwa terancam karena kesenjangan pendanaan. Kurang dari sepertiga kebutuhan dana sebesar 308 juta dolar AS untuk respons Lebanon telah terpenuhi.
Di Gaza, mitra PBB melaporkan kemajuan kampanye imunisasi rutin meskipun terdapat berbagai kendala. Program vaksinasi lima hari menargetkan anak-anak di bawah usia tiga tahun yang melewatkan imunisasi selama 30 bulan terakhir.
Hampir 150 tim vaksinasi dikerahkan, termasuk di lokasi yang sulit dijangkau. Pada tingkat diplomatik, Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut pengumuman gencatan senjata.
Ia menegaskan penghentian permusuhan sangat dibutuhkan untuk melindungi warga sipil dan mengurangi penderitaan manusia. Utusan pribadi untuk konflik Timur Tengah, Jean Arnault, telah tiba di Iran untuk mendukung upaya diplomatik.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....