Sekjen PBB Sambut Gencatan Senjata AS dan Iran
- 08 Apr 2026 16:33 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menyambut gencatan senjata dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran, menekankan kepatuhan terhadap hukum internasional dan perlunya perdamaian yang langgeng di Timur Tengah.
- PBB memuji mediasi yang dipimpin Pakistan dan menekankan penghentian permusuhan segera untuk melindungi warga sipil serta memberikan ruang bagi negosiasi lebih lanjut.
- Guterres menekankan bahwa kesepakatan sementara ini bisa menjadi dasar bagi gencatan senjata permanen, dengan diplomasi sebagai jalan utama penyelesaian konflik dan pengawasan PBB terhadap pelaksanaan kesepakatan.
RRI.CO.ID, Jenewa — Sekretaris Jenderal PBB, Antonio Guterres, menyambut pengumuman gencatan senjata selama dua minggu antara Amerika Serikat dan Iran. Pernyataan ini disampaikan melalui juru bicara PBB, Stephane Dujarric, Selasa, 7 April 2026, dilansir dari Anadolu.
Guterres menyerukan semua pihak untuk mematuhi hukum internasional. Ia menekankan pentingnya menaati ketentuan gencatan senjata guna membuka jalan menuju perdamaian yang langgeng dan komprehensif di Timur Tengah.
Pernyataan ini muncul setelah Presiden AS Donald Trump mengumumkan setuju menangguhkan serangan dan pengeboman terhadap Iran selama dua minggu. Sekretaris Jenderal PBB menekankan penghentian segera permusuhan sangat penting.
Langkah ini bertujuan untuk melindungi nyawa warga sipil dan mengurangi penderitaan akibat konflik. Guterres juga menyampaikan apresiasi terhadap mediasi yang dipimpin Pakistan, bersama dengan negara-negara lain yang memfasilitasi kesepakatan gencatan senjata.
Utusan pribadi Sekretaris Jenderal, Jean Arnault, berada di kawasan untuk mendukung upaya menuju perdamaian yang langgeng. PBB menilai penghentian konflik sementara ini sebagai langkah strategis.
Langkah tersebut memberikan ruang bagi negosiasi lebih lanjut dengan fokus utama pada keamanan warga sipil. Guterres menyerukan semua pihak untuk menghindari tindakan provokatif.
Ia menekankan bahwa kesepakatan dua minggu ini dapat menjadi dasar bagi gencatan senjata permanen. Ia juga menekankan bahwa diplomasi tetap menjadi jalan utama menyelesaikan konflik.
Penangguhan serangan AS dianggap membuka peluang dialog lebih lanjut dengan Iran dan meningkatkan koordinasi internasional untuk stabilitas regional. PBB berharap perdamaian jangka panjang dapat dicapai melalui negosiasi, sementara penghentian serangan memberikan waktu bagi penyusunan kesepakatan yang lebih menyeluruh.
Semua pihak diminta menghormati gencatan senjata dan hak warga sipil, dengan peran mediator seperti Pakistan dianggap krusial. Guterres menegaskan bahwa PBB akan terus memantau pelaksanaan kesepakatan ini untuk memastikan perdamaian di kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....