Dunia Sambut Gencatan Senjata AS dan Iran, Desak Perdamaian

  • 08 Apr 2026 15:51 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Amerika Serikat dan Iran menyepakati gencatan senjata sementara selama dua minggu, termasuk pembukaan kembali Selat Hormuz, dengan rencana pembicaraan damai di Islamabad.
  • Negara-negara seperti Irak, Mesir, Oman, Jepang, Malaysia, Indonesia, Australia, Selandia Baru, Jerman, dan PBB mendesak kepatuhan penuh terhadap gencatan senjata dan mendorong diplomasi untuk perdamaian permanen.
  • Sekretaris Jenderal PBB Antonio Guterres menekankan perlunya menghentikan permusuhan untuk melindungi warga sipil, sementara negara-negara menyoroti pentingnya stabilitas regional dan dampak ekonomi global akibat konflik.

RRI.CO.ID, Teheran — Dunia menyambut gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran yang berlaku selama dua minggu. Kesepakatan tersebut diumumkan oleh Donald Trump dan diikuti rencana pembicaraan damai di Islamabad.

Gencatan senjata juga mencakup pembukaan kembali Selat Hormuz, jalur vital yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia. Sejumlah negara menyerukan komitmen penuh terhadap kesepakatan tersebut, dilansir dari Al Jazeera, Rabu, 8 April 2026.

Irak meminta kedua pihak mematuhi gencatan senjata dan menekankan pentingnya diplomasi. Mesir menyebut gencatan senjata sebagai peluang penting untuk membuka ruang dialog serta penghentian operasi militer.

Sementara itu, Oman memuji peran Pakistan dalam memediasi kesepakatan tersebut. Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) turut mendesak semua pihak mematuhi ketentuan gencatan senjata.

Sekretaris Jenderal Antonio Guterres menekankan pentingnya penghentian permusuhan untuk melindungi warga sipil. Dukungan juga datang dari Jepang yang menyebut kesepakatan sebagai langkah positif.

Di kawasan Asia Tenggara, Malaysia menilai gencatan senjata sebagai langkah penting menuju stabilitas dan mendesak implementasi penuh. Indonesia juga menyambut kesepakatan dan meminta penghormatan terhadap kedaulatan masing-masing pihak.

Australia berharap kesepakatan tersebut menghasilkan solusi jangka panjang dan menyoroti dampak konflik terhadap ekonomi global. Selandia Baru menyatakan masih banyak langkah yang perlu dilakukan untuk mencapai perdamaian permanen.

Dukungan juga disampaikan oleh Jerman yang memuji peran Pakistan dalam medias dan menyerukan diplomasi lanjutan guna mengakhiri perang secara permanen. Sementara itu, Ukraina menyambut gencatan senjata dan berharap ketegasan serupa digunakan untuk menghentikan konflik lain.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....