Tentara Filipina Gelar Latihan Militer Besar dengan Sekutu

  • 07 Apr 2026 15:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Tentara Filipina bersama sekutu termasuk Jepang, Amerika Serikat, dan Australia membuka "Salaknib" Fase 1, yang melibatkan lebih dari 7.000 personel dan bertujuan memperkuat operasi gabungan serta interoperabilitas multi-domain.
  • Latihan juga menegaskan persatuan dan kemampuan pasukan dalam menjaga perdamaian dan Indo-Pasifik yang bebas dan terbuka.
  • "Salaknib" Fase 1 berlangsung 6–17 April, diikuti "Balikatan" April–Mei dan "Salaknib" Fase 2 Mei–Juni.

RRI.CO.ID, Manila — Tentara Filipina bersama sekutu membuka latihan militer "Salaknib" Fase 1 di Fort Magsaysay, Kota Palayan, Nueva Ecija. Latihan ini melibatkan lebih dari 7.000 tentara dari Filipina, Jepang, Amerika Serikat, dan Australia.

Wakil Komandan Tentara Filipina, Mayor Jenderal Efren Morados, menekankan pentingnya membangun aliansi antar negara. Ia juga menekankan pentingnya menciptakan kesempatan untuk saling belajar praktik terbaik antar prajurit.

Melansir dari Philippine News Agency, Selasa, 7 April 2026, latihan "Salaknib" bertujuan memperkuat operasi gabungan tentara dan meningkatkan interoperabilitas multi-domain. Latihan ini juga berfungsi untuk memperkuat arsitektur keamanan regional yang kredibel dan tangguh.

Komandan Divisi Infanteri ke-25 AS, Mayor Jenderal James Bartholomees, menyoroti pentingnya latihan ini. Ia menekankan persatuan dan kemampuan pasukan darat.

Ia juga menegaskan tujuan latihan untuk memastikan perdamaian, mencegah agresi, dan menjaga Indo-Pasifik tetap bebas dan terbuka. Tahun ini, Pasukan Bela Diri Darat Jepang dan Angkatan Darat Australia bergabung sebagai peserta dan pengamat untuk pertama kalinya.

Kehadiran mereka menjadikan "Salaknib" latihan gabungan terbesar dari tentara sehaluan hingga saat ini. "Salaknib" Fase 1 dijadwalkan berlangsung dari 6 hingga 17 April.

Latihan ini akan diikuti oleh "Balikatan" dari April hingga Mei, serta "Salaknib" Fase 2 dari Mei hingga Juni. Latihan multilateral ini fokus pada pertahanan maritim dan teritorial, bantuan kemanusiaan dan tanggap bencana, serta operasi amfibi dan operasi gabungan.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....