Cadangan Minyak Filipina Menipis, Datangkan Impor dari Rusia

  • 26 Mar 2026 15:50 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Filipina menerima kapal tanker Sara Sky yang membawa sekitar 100.000 ton minyak mentah ESPO Blend dari Rusia, langkah pertama dalam lima tahun untuk mengamankan pasokan energi di tengah krisis global.
  • Negara hanya memiliki sekitar 45 hari persediaan bahan bakar, sehingga pemerintah sementara meningkatkan penggunaan batu bara dari Indonesia untuk menjaga pasokan energi tetap stabil.
  • Hampir seluruh minyak dan gas Filipina berasal dari Timur Tengah dan dikirim melalui Selat Hormuz, membuat negara sangat rentan terhadap guncangan pasokan.

RRI.CO.ID, Manila — Filipina mengimpor minyak dari Rusia di tengah krisis energi yang melanda negara tersebut. Kapal tanker yang berisi minyak dari Rusia tiba di Filipina pada Senin, 23 Maret 2026.

Kedatangan kapal itu terjadi ketika pemerintah di Manila sedang mempertimbangkan pembelian minyak dari Rusia. Langkah tersebut diambil guna mengatasi lonjakan kebutuhan energi global, dilansir dari The Moscow Times.

Data pelacakan kapal menunjukkan tanker bernama Sara Sky berbendera Sierra Leone mencapai area jangkar di Manila Bay pada sore hari. Kapal tersebut dilaporkan membawa sekitar 100.000 ton minyak mentah ESPO Blend yang diproduksi di Siberia.

Jika transaksi tersebut dikonfirmasi, ini akan menjadi pembelian minyak Rusia pertama oleh Filipina dalam lima tahun terakhir. Kedatangan minyak itu terjadi tak lama sebelum Presiden Ferdinand Marcos Jr. mengumumkan keadaan darurat nasional terkait menipisnya pasokan energi.

Menteri Energi Sharon Garin menyebutkan bahwa negara tersebut hanya memiliki sekitar 45 hari persediaan bahan bakar. Akibatnya, pemerintah sementara meningkatkan penggunaan batu bara dari Indonesia.

Hampir seluruh minyak dan gas Filipina berasal dari Timur Tengah. Sumber energi ini dikirim melalui Selat Hormuz, sehingga negara sangat rentan terhadap guncangan pasokan akibat konflik regional.

Di sisi lain, pembelian minyak Rusia dimungkinkan setelah Departemen Keuangan Amerika Serikat memberikan izin sementara. Izin sementara tersebut pengiriman minyak mentah Rusia dalam periode tertentu.

Lonjakan harga minyak global juga diperkirakan memberikan tambahan pendapatan besar bagi Rusia. Beberapa negara Asia Timur dilaporkan turut mempertimbangkan pembelian minyak Rusia untuk menutupi kekurangan pasokan energi mereka.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....