Krisis Energi, Pemerintah Filipina Terapkan Belajar Siswa Secara Online

  • 26 Mar 2026 21:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • 4. Kegiatan belajar dialihkan menjadi online di rumah
  • 1. Pemerintah Filipina umumkan keadaan darurat energi nasional akibat perang Iran dengan Amerika Serikat
  • 2. Harga BBM di Filipina naik 100 persen Imbas perang Iran-Amerika Serikat
  • 3. Pemerintah meminta rakyat Filipina berhemat

RRI.CO.ID, Jakarta- Pemerintah Filipina telah mengumumkan keadaan darurat energi nasional akibat perang Iran dengan Amerika Serikat beserta sekutunya Israel. Pemerintah Filipina menerapkan kegiatan belajar di rumah atau secara online.

Upaya tersebut untuk penghematan bahan bakar minyak (BBM). Harga minyak mentah dunia meroket imbas perang di Timur Tengah yang membuat pasokan terganggu.

“Kantor pemerintah empat hari kerja. Sekolah-sekolah mulai beralih ke online lagi sekarang,” kata diaspora Indonesia, Ana kepada RRI.CO.ID, Jakarta, Kamis, 26 Maret 2026.

Baca Juga: https://berita.rri.co.id/internasional/2282502/filipina-deklarasikan-darurat-energi-nasional-imbas-kenaikan-harga-minyak

Pemerintah telah meminta rakyat Filipina untuk berhemat energi atau BBM imbas perang. Pemerintah mendorong warga untuk beralih ke transportasi umum seperti MRT dan pemerintah akan memberikan potongan harga 50 persen untuk kendaraan umum.

“Pemerintah meminta berhemat. Transportasi umum sedang didiskon 50 persen,”ujarnya.

Ana mengatakan harga BBM mengalami kenaikan hingga 100 persen dan berdampak kepada kenaikan harga. Kenaikan harga BBM memicu gelombang aksi unjuk rasa oleh pengemudi jeepney (Transportasi umum di Filipina).

Para pengemudi jeepney turun ke jalan memprotes kenaikan harga BBM yang melambung tinggi. Gelombang aksi unjuk rasa menimbulkan kemacetan.

“Sampai besok kalau tidak salah (aksi unjuk rasa). Jadi ya kebanyakan jalan kaki menuju ke MRT,” katanya.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....