Iran Siapkan Tatanan Baru Selat Hormuz, Ketegangan Meningkat

  • 07 Apr 2026 14:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran melalui Garda Revolusi menyiapkan tatanan baru di Selat Hormuz, dengan Angkatan Laut IRGC menyatakan kondisi jalur pelayaran tidak akan kembali seperti sebelumnya bagi Amerika Serikat dan Israel.
  • Ketegangan meningkat setelah Presiden AS Donald Trump mengancam menyerang infrastruktur Iran jika selat tidak dibuka, sementara pembatasan lalu lintas kapal telah mengganggu sekitar 20 persen pasokan energi global.
  • Iran membatasi akses Selat Hormuz dan parlemen mengusulkan tarif kapal, sementara Oman melakukan pembicaraan untuk pelonggaran, namun jalur strategis tersebut masih efektif tertutup.

RRI.CO.ID, Teheran — Iran menyatakan sedang menyiapkan tatanan baru di Selat Hormuz di tengah konflik yang melibatkan Amerika Serikat dan Israel. Garda Revolusi Iran menyebut persiapan operasional hampir selesai untuk menerapkan kondisi operasi baru di jalur pelayaran strategis tersebut.

Melansir dari Arab News, Selasa, 7 April 2026, Angkatan Laut IRGC mengumumkan rencana itu melalui media sosial. Mereka menyatakan bahwa kondisi di Selat Hormuz tidak akan kembali seperti sebelumnya, terutama bagi AS dan Israel.

Pernyataan tersebut muncul setelah Presiden AS Donald Trump kembali mengancam akan menyerang infrastruktur Iran. Ancaman itu mencakup pembangkit listrik dan jembatan jika jalur pelayaran vital tersebut tidak dibuka.

Sejak konflik dimulai pada 28 Februari, Iran membatasi lalu lintas kapal di Selat Hormuz. Pembatasan tersebut berdampak besar karena sekitar 20 persen minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut.

Gangguan itu membuat arus perdagangan energi global menjadi tidak stabil dan meningkatkan kekhawatiran pasar. Sementara itu, Oman dilaporkan menggelar pembicaraan dengan Iran untuk membahas pelonggaran akses melalui selat tersebut.

Namun hingga kini, Selat Hormuz masih efektif tertutup akibat konflik yang berlangsung. Di sisi lain, anggota parlemen Iran dalam beberapa pekan terakhir juga mengusulkan penerapan tarif dan pajak bagi kapal yang melintas.

Langkah tersebut dinilai sebagai bagian dari upaya memperkuat kontrol Iran atas jalur pelayaran strategis tersebut. Kebijakan seperti rencana penerapan tarif kapal juga disebut bertujuan menegaskan kedaulatan Iran di Selat Hormuz dan menciptakan sumber pendapatan baru.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....