Prancis Usulkan Operasi Damai Buka Kembali Selat Hormuz

  • 04 Apr 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Emmanuel Macron menegaskan rencana operasi damai bersama sejumlah negara untuk membuka kembali Selat Hormuz dan mengawal kapal tanker serta kapal kargo.
  • Operasi akan mengandalkan mekanisme dekonflik dengan Iran dan mendorong negosiasi terkait isu nuklir, balistik, serta proksi regional.
  • Gangguan Selat Hormuz akibat konflik setelah serangan United States dan Israel terhadap Iran memicu kenaikan harga energi global.

RRI.CO.ID, Seoul — Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan kembali rencana operasi damai bersama sejumlah negara untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz. Presiden Prancis, Emmanuel Macron, menegaskan kembali rencana operasi damai bersama sejumlah negara untuk membantu membuka kembali Selat Hormuz.

Melansir dari Anadolu, Sabtu, 4 April 2026, Macron menyampaikan rencana tersebut saat berkunjung ke Korea Selatan. Ia mengatakan Prancis ingin memastikan jalur pelayaran tetap aman.

“Kami ingin membuka kembali Selat Hormuz,” kata Macron. Misi damai akan mengawal kapal tanker dan kapal kargo melalui perairan strategis tersebut.

Menurut Macron, operasi tersebut akan mengandalkan mekanisme dekonflik dengan Iran setelah gencatan senjata atau situasi yang lebih stabil tercapai. Misi tersebut juga bertujuan mendorong negosiasi komprehensif terkait aktivitas nuklir, program balistik, serta jaringan proksi regional Iran.

Ia menegaskan bahwa situasi tidak akan terselesaikan hanya melalui pengeboman atau operasi militer. “Saya tidak percaya situasi akan selesai hanya dengan pengeboman atau operasi militer,” katanya.

Macron menekankan pentingnya menghormati kedaulatan rakyat dalam menentukan perubahan politik. Selat Hormuz, yang dilalui sekitar 20 persen pasokan minyak global, terganggu sejak konflik yang meletus di Iran.

Konflik tersebut terjadi setelah serangan Amerika Serikat dan Israel terhadap Iran pada 28 Februari 2026. Gangguan tersebut mendorong kenaikan harga energi dan meningkatkan kekhawatiran pasar global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....