Turki Siapkan Lima Rute Alternatif, Hindari Selat Hormuz
- 04 Apr 2026 14:15 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Turkiye menyiapkan lima rute alternatif minyak dan gas untuk menghindari gangguan di Selat Hormuz, termasuk jalur melalui Irak, Suriah, Terusan Suez, dan Oman.
- Ketegangan meningkat setelah konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran yang memicu gangguan pelayaran di Selat Hormuz.
- Eskalasi konflik menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz, mengganggu pasokan energi global dan mendorong negara-negara mencari jalur alternatif.
RRI.CO.ID, Ankara — Turki menyiapkan lima rute alternatif untuk pasokan minyak dan gas guna menghindari risiko gangguan di Selat Hormuz. Langkah ini diambil di tengah meningkatnya ketegangan di kawasan Asia Barat yang berpotensi mengganggu jalur energi global.
Wakil Menteri Luar Negeri Iran, Kazem Gharibabadi, mengatakan pada Kamis, 2 April 2026 bahwa rezim baru untuk Selat Hormuz sedang disiapkan. Ia menyebut aturan tersebut akan menetapkan ketentuan bagi lalu lintas kapal militer dan komersial.
Rute yang disusun mencakup kombinasi jalur darat dan laut, termasuk melalui Irak dan Suriah. Selain itu, jalur melalui Terusan Suez dan koridor Laut Merah juga dipertimbangkan, dilansir dari Bernama, Sabtu, 4 April 2026.
Alternatif lain mencakup rute melalui Oman, serta jalur yang lebih panjang dengan mengelilingi benua Afrika. Diversifikasi jalur tersebut bertujuan menjaga stabilitas pasokan energi jika gangguan di Selat Hormuz berlangsung lama.
Selat ini merupakan jalur penting bagi pengiriman minyak dan gas dari kawasan Teluk ke pasar global. Ketegangan meningkat setelah konflik yang dimulai pada 28 Februari ketika Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran.
Iran kemudian membalas dengan menyerang sejumlah target di kawasan, termasuk fasilitas militer Amerika Serikat. Serangan balasan tersebut dilaporkan terjadi di beberapa negara Teluk, termasuk Bahrain, Qatar, Uni Emirat Arab, dan Arab Saudi.
Eskalasi ini menyebabkan blokade de facto Selat Hormuz dan mengganggu pengiriman minyak serta gas alam cair. Gangguan tersebut turut mendorong kenaikan harga energi global, sehingga negara-negara mulai mencari jalur alternatif untuk memastikan kelancaran pasokan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....