Inggris Kumpulkan 40 Negara, Bicarakan Pembukaan Selat Hormuz
- 03 Apr 2026 16:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Inggris mengumpulkan lebih dari 40 negara untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz yang vital bagi pengiriman minyak global.
- Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper memperingatkan gangguan pelayaran memicu lonjakan harga minyak dan pangan yang menghantam rumah tangga serta bisnis di seluruh dunia.
- Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai opsi militer tidak realistis dan menekankan negosiasi dengan Iran, sementara Inggris berupaya meningkatkan tekanan diplomatik serta merancang keamanan pascakonflik.
RRI.CO.ID, London - Inggris mengumpulkan lebih dari 40 negara untuk menekan Iran agar membuka kembali Selat Hormuz, jalur vital bagi pengiriman minyak global. London menyebut Iran menyandera ekonomi dunia setelah lalu lintas pelayaran di selat tersebut tersendat akibat konflik.
Melansir dari AP News dan Reuters, Jumat, 3 April 2026, pertemuan dilakukan secara virtual tanpa kehadiran Amerika Serikat. Presiden AS Donald Trump menyatakan, pengamanan jalur air tersebut bukan tanggung jawab negaranya.
Menteri Luar Negeri Inggris Yvette Cooper mengatakan, pembicaraan berfokus pada langkah diplomatik untuk membuka kembali selat tersebut. Sebanyak 41 negara dari hampir semua benua hadir dalam pertemuan.
Hal tersebut mencerminkan dampak global dari konflik yang menyebabkan kelangkaan bahan bakar, pupuk, dan kenaikan harga pangan. Cooper memperingatkan lonjakan harga minyak serta makanan telah menghantam rumah tangga dan bisnis di seluruh dunia.
Jalur yang menghubungkan Teluk Persia dengan samudra dunia itu menjadi sangat terbatas. Tidak ada negara yang bersedia membuka selat dengan kekuatan militer karena risiko tinggi.
Presiden Prancis Emmanuel Macron menilai opsi militer untuk membuka kembali Selat Hormuz tidak realistis. Ia menegaskan pembukaan jalur tersebut hanya dapat dilakukan melalui negosiasi dengan Iran.
Sementara itu, Inggris berharap pertemuan internasional dapat meningkatkan tekanan diplomatik terhadap Iran. London juga ingin merancang langkah keamanan pascakonflik guna menjamin kelancaran pelayaran energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....