Inggris Akan Kumpulkan 35 Negara, Bahas Pembukaan Selat Hormuz

  • 02 Apr 2026 14:54 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inggris di bawah Keir Starmer akan menggelar forum internasional untuk membahas pembukaan kembali Selat Hormuz melalui langkah diplomatik dan politik.
  • Pertemuan pertama ini melibatkan negara Eropa dan mitra global seperti Jepang, Kanada, dan Australia untuk memastikan keselamatan kapal serta kelancaran pengiriman komoditas penting.
  • Sekitar 1.000 kapal terjebak akibat penutupan jalur oleh Iran, sementara hanya sekitar 130 kapal yang berhasil melintas sejak konflik, jauh di bawah kondisi normal.

RRI.CO.ID, London — Inggris akan menggelar pertemuan internasional yang melibatkan 35 negara untuk membahas pembukaan kembali jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz. Perdana Menteri Inggris Keir Starmer menyatakan pertemuan tersebut merupakan bagian dari upaya bersama Inggris dan Prancis.

Melansir dari The Guardian, Kamis, 2 April 2026, pertemuan tersebut bertujuan menilai langkah diplomatik dan politik. Langkah tersebut bertujuan memulihkan kebebasan navigasi, menjamin keselamatan kapal, serta melanjutkan pengiriman komoditas penting.

Pertemuan ini juga akan menjadi forum pertama bagi negara-negara yang berkomitmen memastikan jalur pelayaran tetap aman. Pertemuan tersebut melibatkan sejumlah negara Eropa dan mitra global, termasuk Jepang, Kanada, dan Australia.

Starmer menegaskan bahwa setelah diskusi diplomatik, perencana militer Inggris akan mengevaluasi langkah untuk mengamankan jalur tersebut setelah konflik mereda. Ia juga mengakui proses pemulihan tidak akan mudah, karena tantangan utamanya adalah keselamatan pelayaran, bukan sekadar masalah asuransi.

Menurutnya, diperlukan kombinasi kekuatan militer, aktivitas diplomatik, serta kemitraan dengan industri pelayaran agar jalur dapat kembali beroperasi secara normal. Sekitar 1.000 kapal dilaporkan terjebak akibat penutupan oleh Iran.

Sementara itu, sebelum konflik, sekitar seperlima pasokan minyak dan gas dunia melewati jalur tersebut. Sejak perang dimulai, hanya sekitar 130 kapal yang berhasil melintas, jumlah yang jauh lebih rendah dibandingkan kondisi normal.

Kementerian Pertahanan Inggris bahkan telah mengirim perencana militer ke komando Amerika Serikat untuk menilai opsi pengamanan. Di sisi lain, Iran menyatakan selat tersebut tetap ditutup bagi musuhnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....