Enam Negara Ini Siap Jaga Selat Hormuz Tetap Terbuka

  • 23 Mar 2026 13:30 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang menyatakan kesiapan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka demi keamanan jalur energi global.
  • Negara-negara tersebut menilai penutupan Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, dapat memicu krisis energi sehingga mereka mendukung lintasan pelayaran aman dan langkah darurat.
  • Mereka menyambut koordinasi pelepasan cadangan minyak oleh Badan Energi Internasional (IEA) dan menyatakan akan bekerja melalui PBB untuk menjaga stabilitas pasar energi dan keamanan global.

RRI.CO.ID, London — Sejumlah negara besar menyatakan kesiapan menjaga Selat Hormuz tetap terbuka di tengah meningkatnya ketegangan di Timur Tengah. Enam negara tersebut yakni Inggris, Prancis, Jerman, Italia, Belanda, dan Jepang, dilansir dari Gulf News, Senin, 23 Maret 2026.

Enam negara tersebut mengeluarkan pernyataan bersama yang menegaskan komitmen mereka terhadap keamanan jalur energi global tersebut. Pernyataan ini menunjukkan persatuan internasional ketika Selat Hormuz, yang menangani sekitar 20 persen perdagangan minyak dunia, menghadapi risiko gangguan.

Negara-negara tersebut menilai penutupan jalur vital itu dapat memicu krisis energi global. Hal tersebut membuat mereka mendukung upaya memastikan lintasan pelayaran aman dan menyiapkan langkah-langkah darurat.

Langkah yang disoroti meliputi koordinasi pelepasan cadangan minyak strategis serta peningkatan produksi energi. Pengumuman tersebut dipublikasikan pada 19 Maret 2026.

Negara-negara Eropa dan Jepang sangat bergantung pada impor minyak dari kawasan Teluk. Mereka disebut khawatir terhadap lonjakan harga minyak Brent dan risiko gangguan pasokan.

Beberapa pihak juga menyoroti absennya Kanada dari pernyataan tersebut, sementara lainnya mendorong pendekatan diplomasi daripada konfrontasi. Pernyataan ini mencerminkan penyesuaian pragmatis negara-negara ekonomi besar yang memprioritaskan keamanan energi.

Mereka juga menyambut langkah Badan Energi Internasional (IEA) untuk mengoordinasikan pelepasan cadangan minyak strategis. Mereka menyatakan akan bekerja melalui PBB guna menjaga stabilitas pasar energi dan keamanan global.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....