Parlemen Iran Bahas Rencana Pengelolaan Selat Hormuz

  • 31 Mar 2026 15:10 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Iran memulai proses legislatif untuk pengelolaan cerdas Selat Hormuz, dengan dukungan lebih dari 250 anggota parlemen dari total 290 kursi.
  • Rencana mencakup peningkatan keamanan pelayaran serta pemungutan biaya kapal dalam mata uang rial, termasuk biaya pencemaran, layanan panduan, dan pembentukan dana pembangunan regional.
  • Kebijakan muncul di tengah ketegangan regional, setelah Iran melarang kapal terkait Israel dan Amerika Serikat melintas serta konflik yang memicu serangan rudal dan drone.

RRI.CO.ID, Teheran - Iran memulai proses legislatif untuk menerapkan rencana pengelolaan cerdas di Selat Hormuz. Langkah tersebut dilaporkan oleh Tasnim News Agency pada Senin, 30 Maret 2026.

Laporan tersebut menyebut rencana telah dimasukkan ke agenda parlemen setelah mendapat dukungan luas. Juru bicara dewan pimpinan parlemen, Abbas Goudarzi, mengatakan lebih dari 250 anggota parlemen telah menandatangani dukungan terhadap rencana tersebut.

Melansir dari Xinhua dan Global Times, jumlah tersebut berasal dari total 290 kursi yang ada. Ia menjelaskan, rencana itu bertujuan meningkatkan keamanan jalur pelayaran.

Rencana tersebut juga mencakup pemungutan biaya dari kapal-kapal yang melintas menggunakan mata uang lokal, rial. Anggota parlemen senior Alireza Salimi menyatakan rencana berstatus urgensi ganda tersebut memiliki empat tujuan utama.

Tujuan tersebut mencakup memastikan keamanan pelayaran dan mengenakan biaya kepada pencemar lingkungan. Selain itu, rencana juga memuat pemungutan biaya layanan panduan kapal serta pembentukan dana pembangunan regional.

Langkah ini muncul di tengah kontrol ketat Iran terhadap Selat Hormuz. Sejak akhir bulan lalu, Iran melarang kapal-kapal yang terkait dengan Israel, Amerika Serikat, dan sekutu mereka untuk melintas.

Ketegangan meningkat setelah serangan gabungan Israel dan Amerika Serikat pada 28 Februari. Iran kemudian merespons dengan meluncurkan gelombang serangan rudal dan drone yang menargetkan Israel serta pangkalan dan aset Amerika Serikat.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....