Iran Pastikan Selat Hormuz Terbuka untuk Negara Sahabat
- 26 Mar 2026 19:55 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Iran menegaskan Selat Hormuz akan tetap dibuka bagi negara sahabat seperti India, Tiongkok, Rusia, Pakistan, Irak, dan Bangladesh, meski konflik Timur Tengah meningkat.
- Akibat konflik dan pembatasan, transportasi energi melalui Selat Hormuz turun sekitar 95 persen, memengaruhi pasokan energi global dan harga minyak.
- Iran menyediakan jalur aman bagi kapal sahabat dan menahan kapal yang tidak memiliki otorisasi transit.
RRI.CO.ID, Teheran — Iran menegaskan bahwa Selat Hormuz akan tetap terbuka bagi beberapa negara sahabat meskipun konflik di Timur Tengah semakin meningkat. Selat ini merupakan jalur sempit di ujung Teluk Persia yang menjadi jalur vital bagi minyak dunia.
Melansir dari NDTV, Kamis, 26 Maret 2026, sekitar seperlima produksi minyak global melewati selat ini setiap hari. Ketegangan meningkat setelah Amerika Serikat dan Israel melancarkan serangan militer terhadap Iran.
Beberapa media sebelumnya melaporkan selat telah “ditutup total”, namun Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi, membantah klaim tersebut. Ia menegaskan bahwa banyak kapal dari negara sahabat telah menghubungi Iran untuk memastikan keamanan transit.
Angkatan bersenjata Iran menyediakan jalur aman bagi kapal-kapal tersebut. Negara-negara sahabat yang diizinkan melewati Selat Hormuz antara lain India, Tiongkok, Rusia, Pakistan, Irak, dan Bangladesh.
Beberapa kapal dari negara-negara ini dilaporkan telah melewati selat beberapa malam lalu. Sementara itu, kapal dari negara yang dianggap musuh tidak diperkenankan melewati selat.
Iran juga menahan sebuah kapal kontainer dari Uni Emirat Arab yang menuju Pakistan karena tidak memiliki otorisasi transit. Penahanan ini dilakukan oleh Korps Pengawal Revolusi Islam Iran untuk memastikan keamanan dan kepatuhan aturan.
| Baca juga: Iran Buka Selat Hormuz Secara Terbatas |
Akibat konflik dan pembatasan ini, transportasi energi melalui Selat Hormuz turun drastis sekitar 95 persen. Penurunan ini menimbulkan dampak signifikan terhadap pasokan energi global dan harga minyak internasional.
Meskipun menghadapi krisis, Iran menekankan pentingnya koordinasi dengan negara-negara sahabat. Tiongkok, Rusia, Pakistan, Irak, Bangladesh, dan India mendapatkan akses khusus untuk transit.
Selat Hormuz tetap menjadi jalur kritis bagi perdagangan energi dunia. Iran menegaskan kesiapannya membuka selat bagi negara sahabat sambil menutup akses bagi pihak yang dianggap musuh.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....