Mesir Peringatkan Harga Minyak Bisa Tembus 200 Dolar
- 31 Mar 2026 12:42 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Presiden Abdel Fattah al-Sisi mendesak Donald Trump menghentikan perang Iran, serta memperingatkan konflik dapat memicu lonjakan harga minyak global hingga di atas 200 dolar per barel.
- Mesir menyoroti risiko kekurangan pasokan energi dan mendorong upaya diplomatik guna mencegah meluasnya konflik regional di kawasan Teluk.
- Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk, Jasem Mohamed Albudaiwi, mengecam penutupan Selat Hormuz dan memperingatkan ancaman terhadap stabilitas distribusi energi global.
RRI.CO.ID, Kairo — Presiden Abdel Fattah al-Sisi memperingatkan dampak perang Iran terhadap pasar energi global. Ia juga mendesak Donald Trump untuk mengambil langkah menghentikan konflik, dilansir dari Reuters, Selasa, 31 Maret 2026.
Pernyataan tersebut disampaikan pada Senin, 30 Maret 2026 dalam konferensi Egypt Energy Show 2026 yang berlangsung di Kairo. Ia menyatakan hanya Trump yang dapat menghentikan perang di kawasan Teluk.
“Saya katakan kepada Presiden Trump: tidak ada yang bisa menghentikan perang di kawasan kami di Teluk selain Anda,” kata Sisi.
Melansir dari Asharq Al-Awsat, Sisi menyoroti dampak kekurangan pasokan energi dan kenaikan harga minyak dunia. Ia mengutip kekhawatiran para analis bahwa harga minyak dapat melonjak hingga lebih dari 200 dolar (Rp3,4 juta) per barel.
Menurutnya, prediksi tersebut bukanlah sesuatu yang berlebihan mengingat situasi geopolitik yang terus memanas. Mesir juga mendorong upaya diplomatik untuk mencegah perang regional yang lebih luas.
Sekretaris Jenderal Dewan Kerja Sama Teluk (GCC), Jasem Mohamed Albudaiwi, turut mendesak komunitas internasional untuk melindungi jalur pelayaran penting. Ia mengecam penutupan Selat Hormuz serta serangan terhadap infrastruktur energi di kawasan.
Albudaiwi menilai tindakan tersebut sebagai ancaman bagi stabilitas energi global. Penutupan Selat Hormuz meningkatkan kekhawatiran terhadap gangguan distribusi energi global.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....