Serangan AS-Israel Rusak 120 Museum di Iran

  • 27 Mar 2026 20:15 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Lebih dari 120 museum dan situs bersejarah di Iran rusak akibat serangan AS–Israel, termasuk Istana Golestan.
  • Sedikitnya 1.340 orang tewas di Iran, sementara serangan balasan menewaskan 13 tentara AS dan melukai ratusan lainnya.
  • Iran melaporkan ancaman terhadap pejabat tinggi ke PBB dan menyebutnya sebagai pelanggaran hukum internasional serta terorisme negara.

RRI.CO.ID, Jakarta - Otoritas Iran melaporkan bahwa serangan AS–Israel telah merusak lebih dari 100 museum dan situs budaya bersejarah. Kerusakan tersebut terdapat di berbagai wilayah sejak perang dimulai akhir Februari 2026.

"Setidaknya 120 museum, bangunan bersejarah, dan situs budaya di berbagai provinsi menjadi sasaran langsung. Dan mengalami kerusakan struktural yang serius," kata Kepala Komite Warisan Budaya pada Dewan Kota Teheran, Ahmad Alavi dalam keterangan resmi yang diterima RRI, Jumat, 27 Maret 2026.

Ia menyebut Istana Golestan yang terdaftar pada Organisasi Pendidikan, Ilmu Pengetahuan, dan Kebudayaan UNESCO mengalami kerusakan akibat perang. Tidak hanya itu, situs-situs lainnya juga turut terdampak.

Beberapa situs budaya dan bersejarah yang rusak akibat serangan AS-Israel juga disebutkan. Diantaranya Istana Saadabad, Istana Marmer, dan rumah Teymourtash, yang juga dikenal sebagai Museum Perang.

Sementara itu, museum dan situs bersejarah di Provinsi Teheran menjadi yang paling parah terkena dampak perang. "Lebih dari 50 situs mengalami kerusakan di provinsi tersebut," ujarnya.

Di antara situs-situs budaya dan bersejarah yang rusak, sekitar 20 situs di antaranya terdaftar sebagai situs warisan nasional. Sebanyak 19 bangunan bersejarah penting lainnya mengalami kerusakan ringan hingga kerusakan struktural.

Tiga bangunan arsitektur kontemporer di Teheran dilaporkan hancur total, termasuk bekas gedung Gendarmerie. Adapun kantor polisi Bazaar, dan gedung kepolisian Baharestan.

"Teheran juga memiliki sekitar 3.000-5.000 bangunan bersejarah dan arsitektur penting. AS dan Israel melancarkan serangan gabungan skala besar terhadap Iran sejak 28 Februari lalu," ucapnya, menambahkan.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa sedikitnya 1.340 orang tewas akibat rentetan serangan AS–Israel di berbagai wilayah Iran. Termasuk pemimpin tertinggi negara tersebut, Ayatollah Ali Khamenei.

Iran membalas dengan gelombang serangan rudal dan drone terhadap target-target di Israel. Dan negara-negara Teluk yang menampung aset militer AS.

Serangan-serangan pembalasan Iran itu memicu kerusakan dan korban luka di Israel maupun negara-negara Teluk. Sedikitnya 13 tentara AS di negara-negara Teluk tewas akibat rentetan serangan pembalasan Iran.

Di sisi lain, sebanyak 290 tentara AS lainnya mengalami luka-luka. Dengan 10 personel di antaranya dilaporkan mengalami cedera serius dan memerlukan perawatan intensif.

Sementara itu, Pemerintah Iran secara resmi telah memberitahu PBB soal rencana Amerika Serikat (AS) dan Israel untuk membunuh para pejabat tingginya. Termasuk ketua parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf dan Menteri Luar Negeri (Menlu) Abbas Araghchi.

"Teheran menyebut ancaman tersebut sebagai contoh nyata untuk terorisme negara. Dan pelanggaran berat terhadap hukum internasional," kata Duta Besar dan Perwakilan Tetap Iran untuk PBB, Amir Saeed Iravani dalam keterangan pers yang diterima RRI, Jumat, 27 Maret 2026.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....