Pakistan Konfirmasi Akan Mediasi Pembicaraan Damai AS-Iran
- 27 Mar 2026 15:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pakistan mengonfirmasi menjadi mediator pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran untuk meredakan konflik di Timur Tengah.
- Wakil Perdana Menteri Ishaq Dar menyebut komunikasi dilakukan melalui pertukaran pesan, sementara Washington mengajukan proposal 15 poin yang sedang ditinjau Teheran dengan dukungan Turki dan Mesir.
- Pakistan dinilai sebagai mediator penting karena relasinya dengan kedua pihak, bahkan Kepala Angkatan Darat Asim Munir terlibat dalam upaya diplomatik untuk mendorong dialog dan stabilitas kawasan.
RRI.CO.ID, Islamabad — Pakistan mengonfirmasi perannya sebagai mediator dalam pembicaraan tidak langsung antara Amerika Serikat dan Iran. Langkah tersebut dilakukan untuk membantu meredakan konflik di Timur Tengah, dilansir dari Arab News dan Turkiye Today, Jumat, 27 Maret 2026.
Wakil Perdana Menteri sekaligus Menteri Luar Negeri Ishaq Dar menyatakan komunikasi antara Washington dan Teheran dilakukan melalui pertukaran pesan. Pesan tersebut disampaikan oleh Islamabad sebagai perantara.
Dar menjelaskan bahwa Washington telah menyampaikan proposal berisi 15 poin kepada Iran, yang saat ini masih dalam tahap pertimbangan. Ia menegaskan bahwa dialog dan diplomasi menjadi satu-satunya jalan untuk meredakan konflik.
Inisiatif tersebut juga mendapat dukungan dari Turki dan Mesir, yang turut mendorong upaya perdamaian. Pernyataan ini menjadi konfirmasi resmi pertama peran Islamabad sejak konflik dimulai pada 28 Februari.
Dua pejabat senior Pakistan menyebut proposal Amerika Serikat telah disampaikan melalui perantara Pakistan dan bertujuan menghentikan perang. Pakistan dinilai menjadi mediator penting karena memiliki hubungan dekat dengan Iran sekaligus menjaga relasi dengan AS dan negara-negara Teluk.
Islamabad juga disebut telah menawarkan diri menjadi tuan rumah pembicaraan potensial. Pejabat Pakistan menambahkan bahwa Kepala Angkatan Darat Pakistan Asim Munir turut terlibat dalam upaya diplomatik.
Pejabat Iran secara terbuka membantah adanya negosiasi langsung dengan Washington, tetapi mengakui bahwa negara-negara sahabat menyampaikan pesan antara kedua pihak. Pakistan menegaskan komitmennya untuk terus mendorong dialog guna mencapai stabilitas dan perdamaian kawasan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....