Malaysia Pangkas Kuota BBM Bersubsidi akibat Lonjakan Harga Minyak
- 27 Mar 2026 14:00 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Pemerintah Malaysia memangkas kuota bensin RON95 bersubsidi dari 300 liter menjadi 200 liter per warga akibat lonjakan harga minyak global.
- Lonjakan subsidi bahan bakar meningkat dari 700 juta ringgit menjadi 3,2 miliar ringgit per bulan, dan berpotensi mencapai 4 miliar ringgit, sehingga pemerintah berupaya menekan beban fiskal dan risiko inflasi.
- Pemerintah tetap mempertahankan harga subsidi, menetapkan batas baru pengisian bahan bakar untuk kendaraan, serta mempertimbangkan kebijakan kerja dari rumah guna mengurangi konsumsi energi.
RRI.CO.ID, Kuala Lumpur — Pemerintah Malaysia akan memangkas kuota bahan bakar bersubsidi mulai April. Langkah tersebut dilakukan sebagai respons terhadap lonjakan harga minyak global yang dipicu konflik di Timur Tengah.
Perdana Menteri Anwar Ibrahim mengumumkan bahwa kuota bensin RON95 bersubsidi akan dikurangi dari 300 liter menjadi 200 liter per warga. Sementara itu, harga subsidi tetap dipertahankan sebesar 1,99 ringgit (Rp8.417) per liter, dilansir dari Bloomberg, Jumay, 27 Maret 2026.
Ia menyebut langkah tersebut diambil sambil menunggu stabilisasi pasokan minyak global, meskipun belum ada tanda-tanda kondisi akan segera membaik. Kebijakan ini muncul di tengah peningkatan tajam belanja subsidi bahan bakar.
Subsidi bulanan untuk bensin dan solar melonjak menjadi 3,2 miliar ringgit (Rp13,5 triliun) dari sebelumnya 700 juta ringgit (Rp2,9 triliun). Bahkan, biaya subsidi diperkirakan mencapai 4 miliar ringgit (Rp16,9 triliun) per bulan.
Meski harga minyak tinggi meningkatkan pendapatan pemerintah dan menguntungkan perusahaan energi negara, kondisi tersebut juga berisiko mendorong inflasi. Karena itu, pemerintah berupaya menekan penyalahgunaan dan mengurangi beban fiskal.
Di sisi lain, pemerintah tetap mempertahankan dukungan bagi masyarakat dengan menjaga harga subsidi. Solar di wilayah Sabah dan Sarawak tetap dijual seharga 2,15 ringgit (Rp9.094) per liter.
Namun, batas baru diberlakukan, yakni kendaraan pribadi ringan dibatasi 50 liter, kendaraan umum di bawah tiga ton dibatasi 100 liter. Selain itu, kendaraan di atas tiga ton dibatasi maksimum 150 liter per transaksi.
Pemerintah juga mempertimbangkan langkah tambahan seperti penerapan kerja dari rumah di sektor publik dan swasta untuk menekan konsumsi bahan bakar. Anwar menegaskan pemerintah mengambil pendekatan komprehensif guna menjaga pasokan energi sekaligus mengelola permintaan secara lebih hati-hati.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....