Harga Minyak Melambung, IEA Minta Warga Dunia Hemat Energi

  • 24 Mar 2026 16:32 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Konflik AS-Israel dengan Iran menyebabkan disrupsi pasokan minyak dan kenaikan harga minyak dunia
  • International Energy Agency menyerukan warga dunia hemat energi menghadapi krisis harga minyak
  • IEA rekomendasikan sejumlah langkah hemat energi, diantaranya memilih alternatif selain perjalanan udara, bekerja jarak jauh, beralih ke kompor listrik

RRI.CO.ID, Jakarta – Konflik AS-Israel dengan Iran menyebabkan gangguan pasokan dan naiknya harga minyak dunia. Kenaikan harga minyak mentah, juga berdampak pada harga produk turunannya seperti solar, aftur dan LPG (liquefied petroleum gas).

“Dampak konflik pada harga energi dan perekonomian akan semakin berat. Upaya untuk menambah pasokan saja tidak akan cukup untuk mengimbangi disrupsi pasokan,” kata Direktur Eksekutif IEA, Fatih Birol menyampaikan hal tersebut seperti dikutip Selasa, 24 Maret 2026.

Kenaikan harga minyak dan dampaknya, tambah Birol, dirasakan hampir semua negara. Baik negara maju maupun negara berkembang terutama yang bergantung pada impor minyak.

Untuk itu, IEA mengajak masyarakat dunia untuk mulai melakukan gerakan hemat energi. IAE setidaknya menyampaikan 10 langkah hemat energi yang dapat dilakukan berkaitan dengan transportasi darat, perjalanan udara dan industri.

“Langkah hemat energi ini dapat dilakukan oleh pemerintah, pelaku usaha maupun rumah tangga,” ucap Birol. Langkah-langkah tersebut meliputi bekerja dari jarak jauh jika memungkinkan, memilih alternatif perjalanan selain perjalanan udara.

Hemat energi juga dapat dilakukan dengan beralih ke kompor listrik, mengurangi kecepatan di jalan raya setidaknya 10 km/jam. Selain itu, melakukan perawatan kendaraan dan mengoptimalkan muatan untuk mengurangi kebutuhan bahan bakar solar.

“Saya yakin, langkah hemat energi ini akan bermanfaat di tengah krisis energi seperti sekarang ini,” ujar Birol. Ia memuji sejumlah negara yang terkena dampak kenaikan harga minyak, dan sudah mengambil tindakan.

IEA menyebut negara seperti Indonesia, Vietnam dan Thailand yang sudah menerapkan bekerja dari mana saja bagi pegawai negerinya. Ada juga yang menerapkan pembatasan perjalana luar kota dan luar ngeri, membatasi penggunaan AC serta mendorong penggunaan transportasi umum.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....