Mantan Menlu RI Prihatin Perang Iran dan Amerika-Israel
- 04 Mar 2026 12:39 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Mantan Menteri Luar Negeri (Menlu) Hassan Wirajuda menyampaikan keprihatinannya atas meningkatnya ekskalasi keamanan di Timur Tengah. Situasi geopolitik di Timur Tengah menjadi sorotan dunia imbas perang Iran dengan Israel yang dibantu sekutunya Amerika Serikat
Hassan mengatakan, Timur Tengah kerap dilanda konflik besar sehingga memberikan dampak yang besar bagi dunia. Sebagai penghasil dan pemasok utama minyak mentah dunia, menurutnya perang di kawasan Timur Tengah akan berdampak kepada ekonomi global.
"Tragis memang kawasan ini menjadi lahan perang, dan perang-perang besar yang membawa dampak besar bagi dunia. Karena sumber minyak dan gas banyak berasal dari wilayah ini itu yang juga kita harus berhitung, dampaknya terhadap kita apa," kata Hassan, di Istana Kepresidenan, Jakarta, Rabu, 3 Maret 2026.
Menurut dia, perang yang terjadi antara Iran dan Amerika adalah perang sepihak bukan perang yang dimandatkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Ia mencatat, sudah tiga kali terjadi perang besar di Timur Tengah dalam 30 tahun terakhir.
Pertama, George Walker Bush bersama koalisi internasional yang terdiri 32 negara, berhasil mengusir tentara Irak dari Kuwait pada 1990. Selanjutnya putranya George Walker Bush Jr melakukan agresi militer ke Irak dan berhasil menggulingkan kepemimpinan Sadam Hussen.
Agresi militer terjadi pada 2003 kemudian Amerika Serikat menduduki Irak hingga akhirnya Barack Obama mengumumkan menarik pasukan pada tahun 2010. Obama menilai keputusan menarik pasukan karena rakyat Irak telah berhasil mengendalikan situasi di dalam negeri.
Lalu perang ketiga adalah Amerika Serikat dan Israel menggempur Iran dan menewaskan pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamaenei. Iran tidak tinggal dan membalas serangan mematikan ke Israel dan menggempur pangkalan militer Amerika disejumlah negara di Timur Tengah.
Ia memprediksi perang antara Iran dan Amerika masih akan terus berlangsung dan tidak ada yang memprediksi berakhirnya perang. Jika Amerika mengirim pasukan untuk menyerang Iran melalui darat, ia menilai perang akan berlangsung lama.
"Semula Trump mengatakan akan berapa hari, sekarang kita bicara mungkin beberapa minggu. Tetapi juga kalau misalnya Amerika akan menggelar pasukan daratnya, bisa jadi lebih panjang," katanya.
"Reaksi perlawanan di sekitar negara-negara Timur Tengah juga akan besar, membesar. Tentu itu akan membuat perang berlangsung lama," kata Hassan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....