Rusia Hormati Keputusan Indonesia Bergabung di Dewan Perdamaian BoP
- 26 Feb 2026 23:24 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta — Rusia menghormati keputusan Indonesia untuk bergabung dalam Board of Peace atau Dewan Perdamaian (BoP), yang merupakan inisiatif Presiden AS Donald Trump. Hal itu disampaikan Duta Besar Rusia untuk Indonesia, Sergei Tolchenov, dalam konferensi pers di Jakarta, Kamis (26/2/2026).
Sergei menambahkan, pihaknya memahami alasan Indonesia bergabung dengan BoP, sebagaimana disampaikan Presiden Prabowo Subianto dan Menteri Luar Negeri Sugiono. Menurutnya, langkah tersebut bertujuan melindungi rakyat Palestina.
“Kami memahami bahwa Indonesia ingin melindungi rakyat Palestina. Presiden Prabowo dan Menlu Sugiono menyebutkan Indonesia masih menginginkan apa yang disebut Solusi Dua Negara di Palestina dan Timur Tengah serta semua hal terkait,” ujarnya dalam kegiatan yang dirangkaikan dengan berbuka puasa bersama.
Pada kesempatan itu, Sergei mengungkapkan Rusia tidak memberikan suara terhadap Resolusi 2803. Resolusi tersebut berkaitan dengan pembentukan BoP oleh Dewan Keamanan (DK) PBB.
Meski demikian, Sergei memastikan Rusia tetap ingin memainkan peran di Timur Tengah dengan mendukung penyelesaian krisis antara Palestina dan Israel. Ia menegaskan Rusia mendukung pembentukan negara Palestina dan telah mengakui negara tersebut.
Di sisi lain, Sergei juga menyoroti pembentukan Pasukan Stabilisasi Internasional (ISF) yang disebutnya bertujuan mempromosikan perdamaian di Gaza. Terutama dalam upaya penyaluran bantuan kemanusiaan.
Ia mengatakan Rusia melakukan langkah serupa melalui jalur bilateral. Upaya itu ditempuh melalui saluran diskusi langsung dengan para pemimpin Palestina.
“Jadi, kami sedang dalam proses ini, tetapi sekarang mungkin terpisah, BoP ada di sana, Rusia ada di sana. Tetapi, saya percaya, yang terpenting, ini adalah tujuan akhir, yaitu untuk memiliki dua negara di Timur Tengah, Israel dan negara Palestina,” katanya menegaskan.
Sekretaris Kabinet (Seskab) Teddy Indra Wijaya menjelaskan Board of Peace (BoP) memiliki mandat utama mengawasi gencatan senjata di Gaza. Lembaga ini juga bertugas menjaga stabilitas keamanan serta mengawal rekonstruksi pada masa transisi pascakonflik.
Pernyataan tersebut disampaikan menyusul keterlibatan resmi Indonesia dalam inisiatif internasional tersebut. Keterlibatan ini bertujuan mendorong terciptanya perdamaian berkelanjutan di Gaza.
Menurut Teddy, peran BoP difokuskan pada penguatan situasi keamanan di lapangan. Selain itu, BoP memastikan tahapan pemulihan berjalan sesuai kesepakatan internasional.
“Dalam mandat utamanya, Board of Peace bertugas mengawasi pelaksanaan gencatan senjata. Selain itu, stabilisasi keamanan, serta proses rekonstruksi Gaza,” ujar Seskab Teddy, pada wartawan, Jumat, 23 Januari 2026, lalu.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....