Dubes Yasser: Mesir Dukung Penuh SDM Indonesia (Wawancara)

  • 12 Feb 2026 14:46 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Mesir merupakan salah satu tujuan utama mahasiswa Indonesia, untuk menempuh pendidikan studi Islam di Universitas Al-Azhar, Kairo. Jumlah mahasiswa Indonesia yang berkuliah di universitas studi Islam tertua di dunia itu, saat ini mencapai hingga 20 ribu orang.

Duta Besar Mesir untuk Indonesia, Yasser Elshemy mengungkapkan, negaranya mendukung penuh upaya Indonesia menciptakan SDM unggul, salah satunya melalui kecakapan di bidang studi Islam. Selain, menurutnya, Indonesia dan Mesir terus memperkuat kerja sama bilateral di banyak bidang, utamanya dalam merayakan hampir delapan dekade hubungan diplomatik pada 2026.

Termasuk, Mesir menyatakan dukungannya terhadap Keketuaan D-8 Indonesia pada 2026, adapun keketuaan ini diperoleh Indonesia setelah Mesir. Berikut wawancara khusus Reporter Retno Mandasari bersama Duta Besar Yasser Elshemy yang berlangsung Kamis, 5 Februari 2026, di kediaman duta besar, Jakarta.

Reporter:

Bagaimana Anda melihat hubungan bilateral antara Indonesia dan Mesir yang telah berlangsung selama hampir delapan dekade?

Dubes:

Izinkan saya terlebih dahulu menyampaikan belasungkawa dan solidaritas tulus Mesir kepada pemerintah dan rakyat Indonesia menyusul banjir yang baru-baru ini terjadi di Sumatra. Kami menyampaikan simpati kami kepada keluarga dan para korban yang terkena dampak dan kami memiliki keyakinan penuh pada ketahanan rakyat dan berbagai lembaga Indonesia untuk pulih dari kesulitan ini.

Beralih ke pertanyaan Anda, saya memandang hubungan Mesir-Indonesia sebagai kemitraan persaudaraan yang telah lama terjalin. Hubungan kita telah menikmati stabilitas yang luar biasa, karena dibangun atas dasar solidaritas yang tulus sejak awal. Mesir adalah negara pertama yang mengakui kemerdekaan Indonesia pada tahun 1945. Kita memulai hubungan diplomatik pada 1947 dan kita telah membangun kemitraan yang kuat dan tulus antara kedua negara sejak 80 tahun yang lalu.

Mari kita lihat bahwa Mesir dan Indonesia memiliki kepemimpinan historis yang sangat penting di Selatan Global. Mesir dan Indonesia adalah anggota pendiri Gerakan Non-Blok (NAM), 1961-1962. Tentu saja, kita semua tahu warisan Presiden Abdel Nasser dan Presiden Sukarno selama Konferensi Bandung pada tahun 1955. Konferensi ini tetap menjadi titik acuan penting bagi kedua negara. Selain itu, posisi Mesir dan Indonesia mengenai semua isu regional dan internasional hampir selaras. Kita menerjemahkan ketidakselarasan ini sebagai inti dari kerja sama konkret kita dalam kerangka multilateral.

Mesir dan Indonesia juga berbagi keanggotaan di banyak badan multilateral seperti Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB), OIC, D-8, dan baru-baru ini BRICS dan Grup 77. Tentu saja, juga banyak kerangka kerja multilateral lainnya, tetapi ini adalah yang terbesar. Tentu saja, semua platform ini dapat kita gunakan sebagai dasar untuk memajukan pembangunan dan kepentingan Selatan Global sebagai dua anggota mekanisme ini. Terakhir, saya dapat mengatakan hubungan kita mendapatkan manfaat dari momentum tingkat tinggi yang terlihat.

Kami sangat menghargai dinamika positif sejak Presiden Prabowo menjabat, termasuk tiga kunjungannya ke Kairo dalam satu tahun. Dapat saya katakan bahwa persahabatan kita didasarkan pada sejarah bersama, prinsip bersama, dan cakrawala bersama. Hubungan kita dimulai dengan solidaritas dan berkembang menuju koordinasi strategis, dan sekarang maju untuk memperbarui momentum menuju kerja sama yang lebih dalam di masa depan yang saling menguntungkan bagi kedua negara.

Reporter:

Yang Mulia, kita mengetahui bahwa Indonesia dan Mesir telah meningkatkan hubungan bilateral menjadi kemitraan strategis. Apa arti kemitraan strategis ini dalam praktiknya, dan apa saja area prioritas kerja sama ke depannya?

Dubes:

Peningkatan hubungan Mesir-Indonesia menjadi kemitraan strategis merupakan langkah besar, karena mentransformasikan pemahaman politik kita yang telah lama ada menjadi kerangka kerja yang berorientasi pada implementasi di berbagai pilar. Hal ini saat ini terlihat dalam rencana aksi, dan kedua negara sedang berupaya untuk beralih dari perencanaan ke implementasi. Mari kita tinjau setiap pilar secara terpisah.

Pertama, mari kita fokus pada kerja sama perdagangan dan investasi ekonomi. Ini adalah prioritas kita untuk kedua belah pihak. Saya pikir tujuan kita bukan hanya untuk meningkatkan volume perdagangan antara kedua negara. Tetapi, juga untuk mendiversifikasi keranjang perdagangan dan memperluas ke barang dan jasa dengan nilai tambah yang lebih tinggi. Kita dapat melihat potensi yang kuat dalam mengatasi kendala non-tarif yang memengaruhi akses pasar di Indonesia. Pada saat yang sama, kita berkewajiban untuk mengimplementasikan apa yang telah disepakati oleh kedua presiden untuk mendorong volume perdagangan bilateral dalam lima tahun mendatang menjadi USD5 miliar, bukan USD1,7 miliar.

Selain itu, kemitraan strategis menciptakan ruang bagi inisiatif investasi unggulan yang menjadi landasan kerja sama jangka panjang. Izinkan saya mengatakan bahwa kami memiliki banyak ide dan proposal antara kedua negara, seperti mendirikan kilang bersama untuk minyak mentah sawit di Mesir. Tentu saja, produk turunan dan minyak olahan dapat diekspor ke pasar terdekat tanpa pajak. Selain itu, kami mengusulkan agar Indonesia dapat menciptakan zona logistik Indonesia di area Terusan Suez, yang berfungsi sebagai platform manufaktur atau ekspor ulang. Indonesia juga dapat menggunakan platform ini untuk meningkatkan ekspornya ke pasar Arab, Afrika, dan Eropa tanpa pajak. Di samping itu, kami juga memiliki proposal untuk menciptakan dana investasi bersama sebesar USD1 miliar dengan pembagian 50-50 antara kedua negara untuk mempercepat proyek-proyek yang telah saya sebutkan.

Saya pikir yang kedua adalah ketahanan pangan. Mesir dan Indonesia adalah negara besar dengan populasi besar, sehingga ketahanan pangan memainkan peran yang sangat penting dalam masalah ini. Kita dapat bekerja sama untuk meningkatkan ekspor sayuran dan buah-buahan Mesir, yang memiliki kualitas sangat tinggi ke pasar Indonesia. Selain itu, Mesir siap mengimpor jagung, beras, dan minyak sawit dari Indonesia.

Sangat penting bagi kita untuk tidak hanya fokus pada ketahanan pangan sebagai barang dan komoditas. Tetapi, juga meningkatkan kerja sama di bidang teknis, khususnya penelitian dan pengembangan di bidang pertanian. Hal ini sangat penting untuk meningkatkan produktivitas tanaman di kedua negara. Saya pikir ini akan lebih efisien di masa depan.

Izinkan saya juga untuk menyoroti pilar infrastruktur. Pengalaman Mesir baru-baru ini dalam memberikan peningkatan infrastruktur skala besar di seluruh negeri dalam 10 tahun terakhir. Mesir siap membantu saudara-saudara kami di Indonesia untuk mentransfer pengalaman mereka dan menerapkan pengalaman yang telah kami lakukan di Mesir. Terutama, di jalan raya, jembatan, dan terowongan. Kita juga dapat meningkatkan perencanaan terpadu, sistem transportasi, layanan publik, dan pendekatan kota pintar. Kita dapat bekerja sama untuk mendorong kerja sama bilateral ke langkah selanjutnya.

Kita juga dapat menyoroti pentingnya kerja sama kesehatan sebagai salah satu pilar penting antara Mesir dan Indonesia. Mesir juga dapat belajar dari Indonesia mengenai bagaimana Indonesia berhasil menjadi pusat produksi vaksin di Asia Tenggara dan mungkin di benua Asia. Di sisi lain, Mesir memiliki kisah sukses yang sangat baik dalam memerangi virus hepatitis C. Mesir merupakan zona merah 10 tahun yang lalu, dan sekarang kami melampaui angka kesembuhan lebih dari 99 persen. Jadi, hampir 0 persen infeksi hepatitis C di Mesir. Kami dapat berbagi dengan saudara-saudara Indonesia di sini, bagaimana kami dapat membantu mereka memberantas virus ini di Indonesia.

Salah satu pilar penting lainnya adalah kerja sama pertahanan dan keamanan. Mesir memiliki salah satu angkatan bersenjata yang paling mumpuni di kawasan ini, dan termasuk di antara militer terkuat di dunia. Tentu saja, kita dapat bekerja sama untuk memperdalam kerja sama melalui peningkatan kapasitas, pelatihan, koordinasi keamanan, dan kerja sama intelijen. Tentu saja, ini akan mendukung stabilitas regional di Timur Tengah dan Asia Tenggara. Jadi, jika kita dapat meringkas semua ini, kemitraan strategis ini menggabungkan kerja sama kelembagaan yang lebih kuat, prioritas multi-sektor yang lebih jelas, dan platform untuk kerja sama unggulan yang dipimpin oleh investasi.

Duta Besar Yasser Elshemy mengatakan, Mesir mendukung penuh pengembangan SDM Indonesia, salah satunya mengenai kecakapan dalam studi Islam. Pemerintah Mesir memberikan beasiswa kepada pelajar Indonesia berkuliah di Universitas Al-Azhar setiap tahunnya. (Foto: Dokumentasi RRI)

Reporter:

Jadi, Yang Mulia, bagaimana dengan sektor pendidikan? Karena, Mesir merupakan tujuan bagi mahasiswa Indonesia yang belajar studi agama, seperti di Universitas Al-Azhar. Kami ingin mengetahui, menurut pendapat Anda, dukungan seperti apa yang diberikan Mesir kepada Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia (SDM) yang berkualitas di bidang studi Islam?

Dubes:

Tentu saja, Mesir mendukung Indonesia dalam mengembangkan sumber daya manusia yang berkualitas, baik secara institusional maupun nilai-nilai. Mesir menyediakan lingkungan belajar keagamaan kelas dunia bagi mahasiswa Indonesia yang mendorong modernisasi, hidup berdampingan, dan menghormati keberagaman serta menolak ekstremisme. Hal ini berkontribusi langsung pada upaya Indonesia untuk memperkuat wacana keagamaan yang seimbang dan membina para cendekiawan dan pemimpin masyarakat masa depan yang dapat melayani masyarakat dengan pengetahuan dan tanggung jawab.

Universitas Al-Azhar, tentu saja, akan tetap menjadi tujuan global terkemuka untuk studi keagamaan. Mesir menawarkan Indonesia 210 beasiswa setiap tahunnya. Tentu saja, selain 210 beasiswa tersebut, kami menerima ribuan warga Indonesia, saudara dan saudari yang ingin belajar di Kairo. Dengan bangga saya katakan bahwa Mesir kini menampung 20.000 mahasiswa Indonesia, laki-laki dan perempuan di Kairo yang belajar di Universitas Al-Azhar.

Saya juga ingin menyoroti perkembangan baru terkait kerja sama pendidikan antara kedua negara, tetapi kali ini bukan pendidikan Islam, melainkan juga terkait dengan Universitas Al-Azhar. Universitas Al-Azhar kini menawarkan kepada siswa Indonesia yang telah lulus sekolah, yang mendaftar untuk kurikulum Al-Azhar, untuk bergabung dengan Fakultas Kedokteran, Fakultas Farmasi, Fakultas Teknik, Fakultas Kedokteran Gigi di Universitas Al-Azhar mulai tahun ajaran berikutnya, 2026-2027. Hal ini terjadi atas permintaan Yang Mulia Presiden Prabowo selama kunjungan terakhirnya ke Kairo, dan Presiden Abdel Fattah el-Sisi memberikan instruksi untuk segera melaksanakan permintaan ini. Sekarang kami sedang mengerjakannya bersama teman-teman kami di Indonesia, sehingga kami dapat segera mengumumkannya.

Saya pikir saya juga ingin menyoroti sesuatu, perkembangan terkini yang sangat penting. Dalam dua tahun terakhir, kedutaan besar telah berupaya keras dengan fakultas bahasa di Universitas Al-Azhar agar mereka dapat memulai jurusan Bahasa Indonesia di Universitas Al-Azhar. Saya rasa Oktober lalu, Yang Mulia Menteri Pendidikan mengunjungi Mesir, dan Yang Mulia meresmikan departemen Bahasa Indonesia yang baru di Universitas Al-Azhar selama kunjungannya.

Selain itu, saya ingin menekankan keinginan Mesir untuk membantu dan mengembangkan generasi baru, generasi Indonesia, yang dapat memimpin wacana keagamaan yang konstruktif, menolak kekerasan, dan berkontribusi pada stabilitas dan harmoni sosial Indonesia. Mesir sedang mengembangkan lulusan Indonesia yang cakap dalam bidang keilmuan otentik yang menjunjung nilai-nilai kemanusiaan. Mesir juga berkeinginan untuk membantu saudara-saudari kami di sini dalam memperluas kerja sama di bidang pendidikan ilmiah dan profesional yang berkontribusi pada prioritas pembangunan Indonesia secara nyata.

Reporter:

Yang Mulia, sebagai duta besar Mesir di Indonesia, kami ingin mengetahui apa saja prioritas Anda di Indonesia, khususnya untuk meningkatkan hubungan bilateral?

Dubes:

Tentu saja, prioritas utama saya adalah memastikan adanya tindak lanjut, tindak lanjut melalui garis waktu yang jelas dan koordinasi kelembagaan untuk memperkuat kemitraan strategis. Jadi, kami ingin mewujudkannya dan kita dapat merasakan perubahan dalam hubungan bilateral antara kedua negara. Isu yang sangat penting yang saya soroti sekarang adalah bagaimana kita dapat mengadopsi mekanisme implementasi yang sangat efektif yang mempercepat hasil ini dengan cepat dan efektif.

Saya pikir, salah satu prioritas saya juga adalah kemitraan ekonomi. Seperti yang saya sebutkan, Mesir dan Indonesia adalah negara yang sangat besar. Kita memiliki banyak sekali kaum muda yang ingin menemukan peluang bagus untuk mendapatkan pendidikan yang layak dan pekerjaan yang layak di masa depan. Jadi, perdagangan dan investasi adalah salah satu dari dua pilar yang dapat menciptakan lapangan kerja dan meningkatkan transfer teknologi. Tentu saja, hal itu akan berdampak positif pada perekonomian Mesir dan Indonesia dengan sangat efektif.

Salah satu prioritas saya juga adalah membuka pasar Indonesia untuk produk-produk Mesir, seperti yang saya sebutkan sebelumnya. Selain itu, saya ingin menekankan bahwa Mesir juga memberikan kesempatan yang sangat baik bagi Indonesia untuk menjadi pusat bagi produk-produk Indonesia agar dapat dengan mudah mengakses pasar Afrika, Arab, Eropa, dan bahkan Amerika Serikat tanpa pajak. Jika orang Indonesia mulai berinvestasi di Mesir dalam beberapa komoditas atau produk, mereka dapat menggunakan Mesir sebagai pusatnya. Jadi, ini seperti situasi saling menguntungkan antara kedua negara.

Salah satu prioritas utama saya adalah bagaimana kita dapat meningkatkan investasi kita dalam kerja sama antar masyarakat. Bagaimana kita dapat memperluas kerja sama, pendidikan, budaya, penelitian, pertukaran pemuda, pertukaran budaya, musik. Bagaimana kita dapat menerima lebih banyak mahasiswa Indonesia untuk belajar di Al-Azhar. Bagaimana kita dapat menyerap lebih banyak wisatawan Indonesia untuk datang ke Mesir. Tentu saja, sekarang kita memiliki penerbangan langsung antara Mesir dan Indonesia, antara Kairo dan Jakarta, Egypt Air, dua kali seminggu. Insya Allah, kami bekerja sangat keras untuk memperluas dan meningkatkan frekuensi penerbangan menjadi tiga penerbangan per minggu pada akhir tahun 2026.

Seperti yang telah saya sebutkan, pertahanan sangat penting. Ini adalah salah satu pilar yang memungkinkan Indonesia dan Mesir untuk bekerja sama secara efektif dan bertukar pengalaman antar angkatan bersenjata secara efektif. Selain itu, ini juga merupakan salah satu hal terpenting, bagaimana kita dapat meningkatkan kerja sama kita dalam koordinasi multilateral. Kita saling mendukung dalam hal kandidat. Kita berkoordinasi melalui banyak platform bersama secara multilateral. Kita bekerja sama dalam membela negara-negara selatan global kita.

Izinkan saya menyoroti sesuatu yang sangat penting. Saya pergi ke Bandung April lalu untuk merayakan ulang tahun ke-70 Konferensi Bandung tahun 1955. Saat berjalan di jalan menuju aula konferensi, saya merasakan bagaimana para pendiri Konferensi Bandung, dan kemudian Gerakan Non-Blok (NAM), memainkan peran penting dalam membela hak dan tujuan kita di saat yang sangat sulit untuk melakukan hal ini. Sekarang, setelah 70 tahun saya pikir kita perlu menemukan versi baru Bandung, katakanlah “Bandung 2.0”, untuk lebih aktif dalam semua perkembangan yang terjadi di dunia secara ekonomi, politik, budaya, dan teknologi.

Duta Besar Yasser Elshemy menyebut, Mesir mendukung Keketuaan Indonesia di D-8 pada 2026. (Foto: Dokumentasi RRI)

Reporter:

Yang Mulia, kita tahu bahwa sekarang Indonesia adalah ketua D-8 setelah Mesir. Jadi, kami ingin tahu dukungan seperti apa yang diberikan pemerintah Mesir kepada Indonesia? Dan saya juga ingin tahu, apakah Presiden el-Sisi akan berkunjung selama KTT tersebut?

Dubes:

Tentu saja, Mesir baru saja menyelesaikan kepemimpinannya di D-8, dan Mesir siap memberikan dukungan penuh kepada Indonesia untuk kepresidenan Indonesia, dan juga dapat memberikan hasil yang konkret. Tentu saja, kami akan berbagi dengan saudara-saudara kami di Indonesia semua pengalaman yang dihadapi atau diperoleh Mesir selama kepemimpinannya tahun lalu. Selain itu, tentu saja, Mesir akan mendukung Indonesia dan membantu Indonesia dalam semua kegiatan sampingan yang akan diselenggarakan di sela-sela D-8, seperti Halal Expo, pameran dagang, dan kegiatan budaya.

Mesir sepenuhnya mendukung Indonesia terkait penyelenggaraan sesi khusus untuk Palestina di sela-sela D-8, dan Indonesia akan menyampaikan undangan tersebut. Ini adalah pemahaman saya kepada Presiden Palestina untuk menghadiri sesi khusus ini. Tentu saja, kami 100 persen mendukung Indonesia dalam hal ini.

Saya ingin menekankan bahwa sejak 7 Oktober, Mesir dan Indonesia telah bekerja sama di berbagai tingkatan. Indonesia mendukung Mesir dalam upayanya untuk mencapai kesepakatan gencatan senjata dan menolak pengusiran paksa warga Palestina. Di sisi lain, Indonesia sangat murah hati terhadap saudara-saudari Palestina di Gaza. Kita dapat menyoroti bagaimana Indonesia merupakan salah satu penyumbang terbesar bantuan kemanusiaan bagi saudara-saudari Palestina di Gaza. Bahkan melalui pemerintah Anda, pemerintah ke pemerintah, tentara Indonesia, Kemlu, Baznas, dan bahkan LSM Indonesia yang bekerja di lapangan membantu saudara-saudari kita di Palestina.

Tentu saja, Mesir akan terlibat secara sangat konstruktif di semua tingkatan untuk mendukung keberhasilan kepemimpinan Indonesia dalam D-8. Mengenai pertanyaan tentang kunjungan Presiden Abdel Fattah el-Sisi, biasanya konfirmasi partisipasi diumumkan sangat terlambat, sebelum D-8. Tentu saja, yang dapat saya katakan adalah bahwa Mesir sangat mementingkan KTT dan kepemimpinan Indonesia. Kami berkomitmen untuk representasi yang kuat dan keterlibatan yang sangat kuat untuk memastikan KTT tersebut menghasilkan hasil yang sangat konstruktif.

Reporter:

Anda sudah sedikit menyebutkan tentang komitmen Mesir untuk mendukung rakyat Palestina, tetapi bisakah Anda menjelaskan lebih lanjut. Maksud saya, bagaimana dukungan dari pemerintah Mesir dalam hal ini?

Dubes:

Tentu saja, isu Palestina adalah salah satu kasus terpenting yang selalu mendapat perhatian besar dari Mesir. Mesir, tentu saja, seperti Indonesia, memiliki komitmen untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina. Sesuai dengan hukum internasional, Mesir menghormati solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina yang berdaulat di perbatasan 4 Juni 1967, dengan Yerusalem Timur sebagai ibu kotanya. Komitmen ini, dapat saya tunjukkan dalam banyak hal.

Misalnya, bagaimana Mesir bekerja sangat keras untuk mencapai gencatan senjata dan pelindungan warga sipil serta penolakan terhadap pengusiran paksa di awal perang. Kita telah mendengar banyak ide dan rencana untuk mengevakuasi atau membebaskan Jalur Gaza dari Palestina. Kita dapat menempatkan, saya akan menempatkan warga Palestina di berbagai tempat di seluruh dunia. Ini adalah kebijakan yang dapat membunuh perjuangan dan kasus Palestina.

Mesir sangat, sangat teguh menentang ide dan rencana ini. Dengan upaya kami dan dengan dukungan saudara-saudara kami seperti Indonesia, kami berhasil menghentikan pengusiran paksa warga Palestina dan mencapai kesepakatan gencatan senjata pada Oktober 2024 di Sharm el-Sheikh. Ketika Presiden Trump menandatangani perjanjian tersebut dengan Presiden Abdel Fattah el-Sisi. Jadi, saya ingin menekankan bahwa pembentukan negara Palestina akan mengarah pada Timur Tengah yang lebih damai dan stabilitas regional yang lebih besar di Timur Tengah.

Mesir dan Indonesia juga bekerja sama dalam, seperti yang saya sebutkan, memberikan bantuan kemanusiaan. Mesir menyediakan hampir 70 persen bantuan kemanusiaan yang masuk ke Gaza selama dua tahun terakhir. Logistik, kemampuan medis, dokter, obat-obatan, makanan. Selain itu, kami melakukan banyak evakuasi medis untuk perawatan di dalam Mesir.

Selain itu, saya ingin menyoroti kehadiran besar para dokter Indonesia yang saat ini dan masih bekerja di El Arish, salah satu kota besar di Sinai Utara. Untuk memberikan perawatan medis kepada warga Palestina yang menyeberangi perbatasan untuk mendapatkan perawatan medis. Setelah mereka selesai perawatan, mereka kembali lagi ke Gaza. Jadi, Indonesia juga memainkan peran di bidang ini. Dapat dikatakan bahwa kami juga berkoordinasi secara diplomatik dengan Indonesia di berbagai tingkatan. Menteri Luar Negeri Indonesia adalah anggota kelompok kecil OKI, para menteri luar negeri yang selalu bertemu untuk membahas situasi terkini. Selain itu, kami biasanya mengeluarkan pernyataan bersama oleh kelompok kecil OKI ini. Tentu saja, baik Mesir maupun Indonesia menekankan pentingnya solusi dua negara dan pembentukan negara Palestina.

Mesir bekerja sangat keras hingga Resolusi Dewan Keamanan 2803 diadopsi. Tentu saja, resolusi yang sangat penting ini menyoroti atau menggambarkan peta tentang apa yang akan terjadi di Gaza dalam beberapa tahun mendatang. Pertama, gencatan senjata, pembebasan para tahanan, dan kemudian memulai rekonstruksi Gaza.

Saya ingin menekankan bahwa rekonstruksi Gaza juga bukan hanya tentang pembangunan Gaza. Kita harus menghubungkan Gaza dengan apa yang terjadi sekarang di Tepi Barat. Jadi keduanya saling terkait karena keduanya merupakan fondasi negara Palestina di masa depan. Apa yang terjadi sekarang dari para pemukim Yahudi di Tepi Barat merusak keamanan dan stabilitas wilayah tersebut, karena mereka ingin mengalihkan perhatian dari Gaza ke Tepi Barat. Tidak, kita harus sangat tegas bahwa keduanya saling terkait. Kita tidak bisa memisahkannya.

Yang bisa saya katakan adalah bahwa mencapai negara Palestina pada akhirnya, ini adalah suatu keharusan yang, insya Allah, akan kita capai dengan bantuan Mesir dan Indonesia serta semua negara Arab dan Islam. Bantuan bagi rakyat Palestina untuk mencapai tujuan mereka sebagai tujuan yang sah. Tentu saja, sesuai dengan hukum internasional dan hak-hak sah rakyat Palestina di sini.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....