Gempa Magnitudo 5,3 Guncang Provinsi Ismailia Mesir

  • 03 Agt 2026 15:34 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Provinsi Ismailia di timur laut Mesir pada Senin, 3 Agustus 2026, dini hari menurut Otoritas Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat Türkiye (AFAD).
  • Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan belum menerima laporan mengenai korban luka atau kerusakan.
  • Gempa pada Senin dini hari disebut sebagai bencana alam yang terjadi setelah 34 tahun.

RRI.CO.ID, Jakarta - Gempa berkekuatan magnitudo 5,3 mengguncang Provinsi Ismailia di timur laut Mesir pada Senin, 3 Agustus 2026, dini hari. Dilansir Anadolu Agency , menurut Otoritas Penanggulangan Bencana dan Keadaan Darurat Türkiye (AFAD) gempa terjadi pukul 03.00 waktu setempat.

Gempa tercatat pada kedalaman sekitar 5,47 kilometer. Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan belum menerima laporan mengenai korban luka atau kerusakan.

Organisasi tersebut mengimbau warga untuk menghindari bangunan tua atau bangunan yang terlihat retak. Kementerian Kesehatan Mesir mengaktifkan rencana tanggap darurat dan menempatkan rumah sakit dalam status siaga maksimal.

Sementara itu, Pusat Penelitian Geosains Jerman (GFZ) mengukur kekuatan gempa sebesar magnitudo 5,4 dan menyatakan gempa terjadi pada kedalaman 10 kilometer. Bulan Sabit Merah Mesir menyatakan, telah mengaktifkan rencana tanggap darurat di provinsi-provinsi yang merasakan guncangan gempa, tulis Reuters dalam laporannya.

Organisasi itu juga mengimbau warga untuk mengikuti informasi resmi dari pihak berwenang yang masih melakukan penilaian terhadap dampak gempa. Gempa sendiri merupakan bencana alam yang jarang terjadi di Mesir.

Ahmed seorang warga Kairo menyatakan, merasakan getaran gempa saat tengah terlelap tidur. "Gempa bumi merupakan kejadian yang jarang terjadi di Mesir, sehingga masyarakat tidak terbiasa dengan fenomena ini," katanya.

"Bangunan-bangunan tua tidak mengalami kerusakan atau hanya mengalami kerusakan ringan. Pemerintah menanggapi setiap insiden yang dilaporkan oleh warga," ujar Ahmed dalam pesan tertulis kepada RRI.

Ahmed menyebut, getaran gempa yang terbilang dahsyat sempat ia rasakan selama 30-40 detik. "Ketika gempa terjadi saya tengah tertidur dan terbangun merasakan tempat tidur saya bergetar begitupula lemari di kamar ikut bergetar," katanya.

"Gempa bumi besar terakhir berkekuatan 6,2 terjadi pada Oktober 1992. Setelah itu ada beberapa gempa kecil dengan magnitudo sekitar 4,0, dan sebagian di antaranya bahkan tidak terasa," ucap Ahmed.

Kementerian Kesehatan menyatakan bahwa kondisi kesehatan masyarakat tetap stabil. Hingga saat pernyataan tersebut dikeluarkan, belum ada korban luka yang tercatat akibat gempa tersebut, dilansir dari Egypt Today.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....