Indonesia Dinilai Strategis Suarakan Kemanusiaan Kashmir

  • 05 Feb 2026 17:12 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta – Duta Besar Pakistan untuk Indonesia, Zahid Hafeez Chaudhri, menekankan kuatnya hubungan historis Indonesia dan Pakistan sejak masa kemerdekaan. Ia menyebut Pakistan termasuk negara yang memberi dukungan nyata, termasuk peran pasukan Pakistan menjaga stabilitas awal Indonesia.

“Pada tahun 1948, ketika Indonesia berada di awal kemerdekaan, meski Pakistan baru berusia satu tahun tapi kami sudah mengirimkan pesawat. Kami kirimkan penjagaan untuk saudara-saudara kita di Indonesia,” ujar Zahid dalam peringatan Kashmir Solidarity Day di Universitas Darunnajah, Jakarta, Kamis, 5 Februari 2026.

Zahid menilai Indonesia memiliki posisi strategis untuk menyuarakan isu Kashmir di tingkat internasional. Sebagai negara Muslim terbesar, Indonesia dinilai memiliki pengaruh moral besar mendorong penyelesaian damai konflik Kashmir.

Ia secara khusus mengajak mahasiswa Indonesia aktif menyuarakan isu kemanusiaan Kashmir. Menurutnya, generasi muda adalah calon pemimpin masa depan sekaligus pembentuk opini publik global.

Zahid mengingatkan konflik Kashmir tidak hanya berdampak lokal, tetapi juga memengaruhi stabilitas Asia Selatan. Ia menilai perdamaian berkelanjutan sulit tercapai tanpa penyelesaian adil sesuai resolusi Perserikatan Bangsa-Bangsa.

Sementara itu, Rektor Universitas Darunnajah, Much. Hasan Darojat, menekankan pentingnya diplomasi people-to-people dalam konflik Kashmir. Pendekatan ini melibatkan akademisi, tokoh agama, dan organisasi masyarakat sipil.

Ia menyebut jalur diplomasi informal dapat membantu menjaga komunikasi saat pemerintah berkonflik. Pendekatan tersebut dikenal sebagai track two diplomacy.

"Coba mulai Kembali hubungan bilateral yang bermakna. Harus duduk bareng di meja perundingan," ujarnya.

Hasan menilai masyarakat sipil memiliki peran strategis dalam membangun kepercayaan antar pihak. Menurutnya, dialog lintas komunitas dinilai efektif mengurangi ketegangan.

Ia juga mendorong akademisi untuk meningkatkan penelitian dan edukasi tentang konflik Kashmir. Pemahaman publik dinilai penting dalam mendorong perdamaian.

Menurutnya, diplomasi nonpemerintah dapat menjadi jembatan menuju dialog resmi. Upaya ini diharapkan membuka peluang penyelesaian jangka panjang.

Peringatan Kashmir Solidarity Day di Indonesia disebut bagian dari diplomasi publik Pakistan. Kegiatan ini bertujuan memperluas pemahaman global dan mendorong solidaritas internasional bagi rakyat Kashmir.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....