AS Resmi Keluar dari WHO
- 23 Jan 2026 16:22 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Washington — Amerika Serikat resmi menyelesaikan proses penarikan diri dari Organisasi Kesehatan Dunia (WHO). Keputusan tersebut diumumkan oleh pemerintahan Presiden Donald Trump pada Kamis, 22 Januari 2026, dilansir dari ABC News.
Keputusan ini diambil tepat satu tahun setelah Trump menandatangani perintah eksekutif yang memulai proses keluarnya AS dari WHO. Pengumuman resmi disampaikan oleh Departemen Kesehatan dan Layanan Kemanusiaan AS (HHS) bersama Departemen Luar Negeri.
Pejabat senior HHS menuduh WHO telah menyimpang dari misi intinya. Ia juga mengatakan bahwa WHO bertindak bertentangan dengan kepentingan Amerika Serikat dalam melindungi kesehatan publik.
Kritik utama diarahkan pada penanganan WHO selama pandemi COVID-19, yang dinilai terlambat menetapkan wabah tersebut sebagai darurat kesehatan global. WHO juga dituduh mengkritik kebijakan Trump, termasuk keputusan menutup akses perjalanan dari sejumlah negara asing pada awal pandemi.
Pemerintah AS turut menyoroti ketimpangan kontribusi keuangan di dalam WHO. Selain itu, AS mengkritik bahwa belum pernah ada warga Amerika yang menjabat sebagai direktur jenderal WHO.
Kritik tersebut disampaikan meskipun Amerika Serikat merupakan salah satu kontributor dana terbesar bagi organisasi tersebut. Keputusan keluar dari WHO menuai kritik tajam dari para pakar kesehatan masyarakat.
Mereka memperingatkan bahwa langkah ini akan melemahkan kemampuan AS dalam merespons krisis kesehatan global dan domestik. Presiden Infectious Diseases Society of America, Ronald Nahass, menilai penarikan diri ini sebagai langkah yang keliru dan berbahaya.
Nahass memperingatkan keluarnya AS dari WHO akan menghambat pemantauan ancaman penyakit baru seperti Ebola serta penanganan wabah flu musiman. Selain itu, keputusan ini berpotensi memengaruhi kemampuan AS dalam menyesuaikan vaksin flu tahunan dengan varian yang beredar secara global.
Meski demikian, pejabat HHS menegaskan bahwa Amerika Serikat akan tetap menjadi pemimpin dalam kesehatan global. Saat ini, HHS memiliki lebih dari 2.000 staf yang bekerja di 63 negara dan menjalin ratusan kerja sama bilateral di bidang kesehatan.
Pemerintah AS juga mengklaim telah menyiapkan rencana untuk menutup kekosongan yang ditinggalkan WHO. Rencana tersebut termasuk dalam pengawasan penyakit, diagnostik, dan respons wabah.
Menurut PBB, negara yang ingin keluar dari WHO harus memberikan pemberitahuan satu tahun sebelumnya dan melunasi seluruh kewajiban keuangan. AS masih memiliki tunggakan lebih dari 270 juta dolar AS (Rp4,5 triliun) kepada WHO untuk periode 2024–2025.
Pemerintah AS berpendapat tidak berkewajiban melunasi tunggakan itu berdasarkan Konstitusi WHO. WHO menyatakan penarikan diri AS akan menjadi agenda pembahasan dalam pertemuan Dewan Eksekutif yang dijadwalkan berlangsung pada awal Februari.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....