Sejarah Hari Anak Yatim Sedunia

  • 10 Nov 2025 09:37 WIB
  •  Batam

KBRN, Batam: Hari Anak Yatim Sedunia, yang diperingati setiap 10 November, merupakan tanggal penting bagi warga Amerika untuk berkumpul dan menunjukkan kepedulian mereka terhadap anak yatim di komunitas mereka. Jutaan anak kecil menghadapi masalah karena salah satu atau kedua orang tua mereka telah tiada.

Hari Anak Yatim Sedunia adalah kesempatan yang tepat bagi warga Amerika yang berniat baik dan bertanggung jawab secara sosial untuk menunjukkan kepedulian mereka terhadap anak yatim di saat mereka membutuhkan.

Sistem hukum Yunani mewajibkan pemberian bantuan keuangan kepada anak yatim piatu hingga mereka berusia 18 tahun.

Gereja-gereja pada Abad Pertengahan juga mendirikan tempat penampungan dan panti asuhan untuk anak-anak. Selama tahun 1900-an, kondisi kehidupan anak yatim piatu di Inggris semakin memburuk. Banyak anak bahkan menderita malnutrisi akibat kurangnya makanan dan perawatan medis yang layak di fasilitas perawatan.

Pada tahun 2006, Stars Foundation, sebuah organisasi hiburan yang menggalang dana dan meningkatkan pemahaman tentang anak-anak yatim piatu atau terlantar akibat kemiskinan, perang, AIDS, dan bencana alam, memperingati Hari Anak Yatim Sedunia yang pertama. Gagasan utamanya adalah untuk meningkatkan kesadaran tentang situasi anak yatim piatu di seluruh dunia saat ini.

Masyarakat didorong untuk mendukung anak yatim piatu dengan memberikan perawatan, rasa hormat, dan rasa aman yang layak mereka dapatkan. Orang-orang di seluruh dunia menggalang dana untuk anak-anak yatim piatu guna membantu mereka mendapatkan akses ke layanan kesehatan dan pendidikan yang berkualitas.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....