Indonesia Jadi Negara Pengimpor Sampah Terbesar di Dunia

  • 25 Apr 2025 15:20 WIB
  •  Kupang

KBRN, Kupang: Di tengah upaya global untuk mengurangi sampah, Indonesia justru menjadi magnet bagi kiriman limbah dari berbagai negara, terutama Uni Eropa. Ironisnya, data menunjukkan bahwa volume impor sampah, khususnya plastik, terus meningkat signifikan, menempatkan Indonesia sebagai salah satu pengimpor sampah terbesar di kancah internasional.

Data yang dihimpun dari Eurostat melalui Goodstats menyebutkan Indonesia menjadi salah satu negara penerima kiriman sampah dalam jumlah besar dari Uni Eropa. Pada tahun 2023, Uni Eropa meningkatkan ekspor sampah daur ulangnya secara signifikan menjadi 8,5 juta ton, yang terdiri dari berbagai jenis seperti kertas, plastik dan gelas.

Jumlah ini melonjak 34% dari angka ekspor tahun 2022 sebesar 6,4 juta ton. Menariknya, volume impor sampah Indonesia dari Uni Eropa justru mengalami penurunan sebesar 44% jika dibandingkan dengan volume impor pada tahun 2013 yang mencapai 9 juta ton.

Produk kertas merupakan komoditas ekspor sampah terbesar dari Uni Eropa, dengan pangsa mencapai 81,6%. Plastik menyusul dengan 15,6%, dan kaca menjadi yang terkecil dengan 2,8%.

Pada tahun 2023, Indonesia mengimpor sebagian besar dari ekspor sampah kertas dan plastik Uni Eropa, masing-masing sebesar 17% dan 19% dari total volume. Fakta ini menunjukkan betapa pentingnya peran Indonesia sebagai mitra dagang Uni Eropa dalam hal penerimaan sampah tersebut.

Sementara berdasarkan data yang dirilis oleh Badan Pusat Statistik (BPS), total impor sampah plastik Indonesia pada tahun 2024 tercatat sebesar 262,9 ribu ton dengan nilai mencapai US$105 juta. Angka ini menunjukkan adanya peningkatan sebesar 4% dibandingkan dengan tahun 2023, di mana impor sampah plastik mencapai 252,3 ribu ton.

Tercatat di tahun 2024, Belanda tercatat sebagai negara yang paling banyak mengirimkan sampah plastik ke Indonesia dengan volume mencapai 107,5 ribu ton. Jumlah ini jauh melampaui volume sampah plastik dari Jerman yang berada di urutan kedua dengan 59,1 ribu ton, serta Belgia yang menempati posisi ketiga dengan 28,8 ribu ton.

Per tanggal 1 Januari 2025, Indonesia memberlakukan penghentian impor sampah plastik secara resmi, sebagaimana diumumkan oleh Menteri Lingkungan Hidup, Hanif Faisol. Langkah ini didasari oleh Peraturan Menteri Perdagangan yang mensyaratkan adanya rekomendasi dari Kementerian Lingkungan Hidup untuk impor scrap sampah plastik.

Lebih lanjut, kementerian tidak lagi mengeluarkan rekomendasi impor untuk tahun 2025. Walaupun telah ada pernyataan penghentian impor sampah plastik oleh Kementerian Lingkungan Hidup, aktivitas impor, termasuk plastik, oleh industri masih berjalan.

Kondisi ini disebabkan oleh fakta bahwa kebijakan impor merupakan tanggung jawab bersama antara Kementerian Perindustrian dan Kementerian Perdagangan, sehingga Kementerian Lingkungan Hidup tidak memiliki otoritas tunggal untuk menghentikannya. (AK)

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....