Pemerintahan Trump Tarik Pegawai USAID, Bantuan Global Terhenti

  • 05 Feb 2025 12:33 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Washington: Pemerintahan Trump mengumumkan penarikan hampir seluruh pegawai USAID (Lembaga Pembangunan Internasional Amerika Serikat) dari seluruh dunia, Selasa (4/2/2025). Langkah ini nyaris mengakhiri misi enam dekade lembaga tersebut dalam memberikan bantuan kemanusiaan, pendidikan, dan penanggulangan epidemi.

Melansir dari AP News, keputusan ini disampaikan melalui email dan pemberitahuan online kepada pegawai USAID. Langkah ini diambil di tengah upaya administrasi Trump dan tim efisiensi Elon Musk memangkas program luar negeri yang dianggap sebagai pemborosan.

Perintah ini mulai berlaku, Jumat (7/2/2025) tengah malam, memberikan waktu 30 hari bagi pegawai USAID di luar negeri untuk kembali ke AS. Perintah ini berlaku untuk semua staf USAID kecuali mereka yang dianggap esensial.

Kontraktor yang tidak memiliki status esensial juga akan diberhentikan. Langkah ini merupakan opsi paling ekstrem dari beberapa skenario yang dipertimbangkan untuk menggabungkan USAID ke dalam Departemen Luar Negeri.

Sebelumnya, ribuan pegawai telah diberhentikan dan program USAID di berbagai negara dihentikan akibat pembekuan dana bantuan oleh Trump. Dampaknya sangat luas, dengan miliaran dolar proyek di 120 negara terancam gagal.

Program kesehatan seperti pemberantasan polio, HIV/AIDS, dan pengawasan penyakit menular juga telah dihentikan. Ratusan juta dolar dalam bentuk makanan dan obat-obatan kini tertahan di pelabuhan akibat penghentian mendadak operasional USAID.

Meskipun USAID secara hukum merupakan lembaga independen, pembubarannya tidak bisa dilakukan tanpa persetujuan Kongres. Namun, langkah ini tetap menimbulkan ketegangan di antara anggota parlemen.

Para pendukung USAID dari kedua partai menegaskan bahwa program bantuan luar negeri sangat penting. Program ini dapat menyaingi pengaruh Rusia dan Tiongkok serta menjaga hubungan diplomatik dengan negara lain.

Keputusan penarikan pegawai lebih cepat dari jadwal juga berpotensi menimbulkan biaya perjalanan dan relokasi yang besar bagi pemerintah. Pegawai yang memiliki perlindungan hukum tetap diberhentikan sementara pegawai lokal tidak memiliki banyak opsi.

Pemerintah menyatakan akan memberikan pengecualian dalam beberapa kasus. Namun, dengan sebagian besar staf segera diberhentikan, tidak jelas siapa yang akan memproses klaim tersebut.

Situs web USAID sempat offline dan hanya menampilkan pemberitahuan pemutusan kontrak bagi pegawai di seluruh dunia. Pengumuman ini muncul saat Menteri Luar Negeri Marco Rubio ke Amerika Tengah dan bertemu staf USAID di El Salvador dan Guatemala.

Pegawai yang akan tetap bertugas akan diumumkan, Kamis (6/2/2025) sore. Sementara itu, mereka yang terdampak diberitahu dengan pernyataan singkat: "Terima kasih atas layanan Anda."

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....