DPR: Koperasi dan UMKM Desa Harus Menjadi Pilar Ekonomi Baru Indonesia di Era Digita

  • 17 Jun 2026 12:16 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI Dave Akbarshah Fikarno Laksono menegaskan bahwa koperasi dan UMKM desa harus menjadi pilar utama dalam membangun ekonomi baru Indonesia di era digital. Menurutnya, desa memiliki potensi besar yang dapat dikembangkan melalui transformasi digital, penguatan koperasi, serta peningkatan daya saing UMKM.

Dave menyebut desa merupakan jantung perekonomian bangsa dengan berbagai potensi unggulan, mulai dari sektor pertanian, kerajinan, pariwisata, hingga produk lokal yang memiliki nilai ekonomi tinggi. Karena itu, pembangunan ekonomi berkelanjutan harus dimulai dari penguatan ekonomi desa agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat.

“Desa memiliki potensi yang luar biasa. Ketika koperasi dan UMKM desa diperkuat, kita tidak hanya membangun ekonomi lokal, tetapi juga memperkuat fondasi ekonomi nasional. Transformasi digital harus menjadi bagian dari strategi pembangunan desa ke depan,” ujar Dave, dalam Webinar Literasi Digital bertema “Pembangunan Desa, Koperasi dan UMKM”, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan, tantangan yang masih dihadapi pelaku UMKM desa saat ini adalah keterbatasan akses pasar, permodalan, serta pemanfaatan teknologi digital. Banyak pelaku usaha masih bergantung pada pasar lokal sehingga potensi nilai tambah produk desa belum berkembang secara maksimal.

Menurut Dave, digitalisasi menjadi kunci untuk membuka peluang pasar yang lebih luas. Melalui pemanfaatan media sosial, marketplace, dan platform digital, produk-produk desa dapat menjangkau konsumen di berbagai daerah hingga pasar internasional.

“Literasi digital harus diarahkan untuk kegiatan produktif. Internet bukan hanya untuk hiburan, tetapi juga menjadi alat pemberdayaan ekonomi masyarakat," katanya.

Dave juga menekankan pentingnya kolaborasi antara koperasi, UMKM, dan BUMDes dalam membangun ekosistem ekonomi desa yang mandiri. Koperasi dapat berperan dalam penyediaan modal dan bahan baku, UMKM menjadi penggerak produksi, sedangkan BUMDes mendukung akses logistik dan konektivitas digital.

Ia menambahkan, pemerintah bersama Komisi I DPR RI terus mendorong pemerataan infrastruktur digital dan peningkatan literasi digital hingga pelosok desa. Langkah tersebut bertujuan agar masyarakat desa memiliki kesempatan yang sama dalam memanfaatkan teknologi untuk meningkatkan produktivitas dan kesejahteraan ekonomi.

Sementara itu, Rosarita Niken Widiastuti menilai koperasi dan UMKM menjadi instrumen penting dalam pemberdayaan ekonomi masyarakat desa. Menurutnya, keberhasilan pembangunan desa sangat bergantung pada kemampuan masyarakat mengelola potensi lokal secara produktif dengan dukungan literasi keuangan, penguatan kelembagaan usaha, serta pemanfaatan teknologi digital.

Ia juga mendorong peningkatan kapasitas sumber daya manusia melalui pelatihan kewirausahaan, pengelolaan usaha, dan digitalisasi koperasi agar pelaku UMKM desa mampu bersaing di tengah perkembangan ekonomi digital. Pada kesempatan yang sama, Imam Persada Utama mengatakan desa mandiri merupakan fondasi ketahanan ekonomi nasional yang harus dibangun melalui sinergi koperasi modern dan UMKM unggul.

Menurutnya, penguatan ekonomi desa membutuhkan pendampingan berkelanjutan, optimalisasi Dana Desa, serta pemanfaatan teknologi digital untuk memperluas akses pasar. Ia menambahkan bahwa digitalisasi koperasi dan UMKM telah membuka peluang besar dalam meningkatkan daya saing produk desa.

Karena itu, kolaborasi antara pemerintah, sektor swasta, akademisi, dan masyarakat menjadi kunci mewujudkan desa yang mandiri dan berdaya saing. Melalui kegiatan tersebut, Komdigi bersama Komisi I DPR RI berharap masyarakat semakin memahami bahwa pembangunan desa tidak hanya berkaitan dengan pembangunan fisik.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....