Kemenpar Ajukan Tambahan Anggaran Rp1,99 Triliun Untuk Capai Target 2027

  • 17 Jun 2026 13:35 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Kementerian Pariwisata mengajukan tambahan anggaran Rp1,99 triliun karena pagu indikatif 2027 sebesar Rp1,01 triliun dinilai belum mencukupi
  • Widiyanti Putri Wardhana menyebut kebutuhan ideal anggaran Kemenpar mencapai Rp3 triliun agar program berjalan optimal
  • Kemenpar menilai penurunan anggaran menjadi paradoks di tengah meningkatnya target dan kontribusi sektor pariwisata terhadap ekonomi nasional

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Pariwisata Widiyanti Putri Wardhana mengajukan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun untuk tahun 2027. Usulan tersebut disampaikan karena pagu indikatif dinilai belum mencukupi kebutuhan program pembangunan pariwisata.

Widiyanti mengatakan Kementerian Pariwisata memperoleh pagu indikatif sebesar Rp1,01 triliun untuk tahun 2027. Menurutnya, angka tersebut berada jauh dibawah kebutuhan ideal kementerian mencapai Rp3 triliun.

“Kami menilai bahwa untuk dapat bekerja secara optimal serta memberikan dampak ekonomi yang maksimal bagi perekonomian nasional. Kementerian Pariwisata memerlukan anggaran sebesar 3 triliun rupiah,” ujarnya dalam Rapat Kerja bersama Komisi VII DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu, 17 Juni 2026.

Ia menjelaskan kebutuhan anggaran ideal diperlukan agar kementerian dapat bekerja secara optimal. Selain itu, anggaran memadai dibutuhkan untuk memberikan dampak ekonomi maksimal bagi perekonomian nasional.

Menurut Widiyanti, kebutuhan tambahan anggaran sebesar Rp1,99 triliun telah disampaikan sebelumnya. Usulan tersebut telah dibahas dalam trilateral meeting bersama Bappenas dan Kementerian Keuangan.

“Sehingga dengan anggaran panggung indikatif sebesar 1,01 triliun, Kementerian Pariwisata mengajukan kebutuhan tambahan anggaran sebesar 1,99 triliun rupiah. Yang telah kami sampaikan dalam trilateral meeting dengan Bappenas dan Kementerian Keuangan,” ucapnya.

Ia menilai kondisi penurunan anggaran menjadi paradoks bagi sektor pariwisata nasional. Di tengah peningkatan target dan kontribusi pariwisata, dukungan sumber daya justru menurun.

Widiyanti mengatakan devisa pariwisata terus menunjukkan tren pertumbuhan yang positif sepanjang waktu. Meski menghadapi keterbatasan anggaran, kementerian tetap berkomitmen mengoptimalkan setiap rupiah untuk pembangunan pariwisata.

“Terlepas dari keterbatasan anggaran yang tersedia, Kementerian Pariwisata berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah anggaran memberikan dampak yang optimal. Bagi pembangunan sektor pariwisata,” kata Widiyanti.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....