DPR Tegaskan PP Tunas Jadi Instrumen Strategis Perlindungan Anak di Ruang Digital
- 10 Jun 2026 13:30 WIB
- Pusat Pemberitaan
RRI.CO.ID, Jakarta - Anggota Komisi I DPR RI, Gavriel Putranto Novanto, menegaskan PP Tunas menjadi instrumen strategis melindungi anak di ruang digital nasional.
Pernyataan tersebut disampaikan dalam Webinar Literasi Digital bertema PP Tunas yang digelar Komdigi bersama Komisi I DPR RI, Kamis, 21 Mei 2026.
Menurut Gavriel, perkembangan ekosistem digital menghadirkan peluang besar sekaligus berbagai risiko yang mengancam keselamatan anak-anak Indonesia. Perlindungan anak di ruang digital harus menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas generasi penerus bangsa Indonesia.
Anak-anak rentan terpapar konten negatif, hoaks, disinformasi, perundungan siber, kekerasan digital, serta penyalahgunaan data pribadi mereka. Meningkatnya kecanduan media sosial dan maraknya judi online pelajar memerlukan penanganan serius serta komprehensif nasional.
Gavriel menegaskan perlindungan anak di ruang digital merupakan tanggung jawab negara yang wajib dijalankan secara konsisten. PP Tunas hadir memastikan anak-anak Indonesia tumbuh dalam lingkungan digital yang aman, sehat, dan terlindungi sepenuhnya.
Regulasi tersebut mengatur kewajiban platform digital dalam menerapkan perlindungan khusus bagi pengguna anak-anak Indonesia. Kewajiban itu mencakup verifikasi usia, pengendalian akses, klasifikasi konten, moderasi konten, serta mekanisme pelaporan responsif.
Perlindungan data pribadi anak menjadi aspek utama yang wajib dipenuhi seluruh penyelenggara sistem elektronik nasional.
Gavriel menekankan implementasi PP Tunas harus dikawal serius agar tidak berhenti sebagai aturan normatif semata.
Komisi I DPR RI akan terus mengawasi kepatuhan platform digital sekaligus memperkuat literasi digital masyarakat.
Platform digital wajib menempatkan perlindungan anak sebagai prioritas utama dalam seluruh layanan yang disediakan.
Pemanfaatan teknologi harus diarahkan menciptakan ekosistem digital yang aman, sehat, dan ramah bagi anak-anak.
Penguatan keamanan digital, penyaringan konten efektif, dan edukasi berkelanjutan diperlukan untuk meminimalkan berbagai risiko.
Pakar literasi digital Rulli Nasrullah menyoroti pentingnya literasi digital berbasis nilai menghadapi tantangan teknologi modern. Anak-anak perlu dibekali kemampuan teknis, etika digital, berpikir kritis, dan menjaga keamanan data pribadi.
Whasfi Velasufah mengingatkan dampak negatif ruang digital dapat memengaruhi psikologis serta perkembangan sosial anak. Paparan konten kekerasan dan interaksi negatif berpotensi meningkatkan kecemasan serta menurunkan empati anak.
Keluarga memiliki peran penting sebagai garda terdepan dalam melindungi anak di era digital saat ini. Pendampingan aktif, komunikasi terbuka, dan pengawasan bijak teknologi membantu meminimalkan risiko yang dihadapi anak.
Komdigi dan Komisi I DPR RI berharap kesadaran perlindungan anak digital semakin meningkat di masyarakat.
Regulasi kuat, literasi digital baik, dan sinergi seluruh pihak mendukung terwujudnya ekosistem digital aman nasional.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....