Wamenkomdigi: Satelit LEO Jadi Solusi Perluas Akses Internet di Wilayah Terpencil
- 04 Jun 2026 18:45 WIB
- Pusat Pemberitaan
Poin Utama
- Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), khususnya Low Earth Orbit (LEO), menjadi salah satu solusi strategis
- Guna memperluas akses internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi berbasis darat
- Menurut Nezar, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, kawasan pegunungan, dan wilayah terpencil menghadirkan tantangan tersendiri
RRI.CO.ID, Jakarta - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menilai teknologi satelit Non-Geostationary Satellite Orbit (NGSO), khususnya Low Earth Orbit (LEO), menjadi salah satu solusi strategis. Guna memperluas akses internet di wilayah yang belum terjangkau jaringan telekomunikasi berbasis darat.
Menurut Nezar, kondisi geografis Indonesia yang terdiri atas ribuan pulau, kawasan pegunungan, dan wilayah terpencil menghadirkan tantangan tersendiri. Dalam pembangunan infrastruktur digital nasional.
"Teknologi satelit Non-Geostationary Orbit, khususnya satelit Low Earth Orbit, menawarkan solusi yang sesuai dengan kebutuhan Indonesia. Terutama dalam memperluas konektivitas di wilayah yang sulit dijangkau," kata Nezar, Kamis, 4 Juni 2026.
Ia menjelaskan tidak semua wilayah memungkinkan untuk dibangun menara BTS karena faktor topografi maupun keterbatasan infrastruktur pendukung. Oleh karena itu, teknologi satelit menjadi alternatif yang dapat melengkapi pembangunan jaringan telekomunikasi nasional.
Selain melalui pembangunan BTS, pemerintah juga terus mendorong pengembangan jaringan serat optik dan pemanfaatan teknologi satelit. Ini untuk menjangkau daerah-daerah yang selama ini belum terlayani secara optimal.
Nezar mengatakan kehadiran konektivitas digital di wilayah terpencil sangat penting untuk mendukung akses masyarakat terhadap layanan pendidikan, kesehatan, pemerintahan digital. Hingga berbagai peluang ekonomi baru.
"Dengan teknologi LEO atau NGSO yang mampu menghubungkan wilayah-wilayah yang belum terjangkau, transformasi digital di daerah dapat berjalan lebih cepat. Dan aktivitas ekonomi digital juga dapat berkembang lebih luas," ujarnya.
Menurutnya, pemanfaatan teknologi satelit tidak hanya memberikan manfaat dari sisi konektivitas, tetapi juga berkontribusi terhadap pemerataan pembangunan dan pertumbuhan ekonomi digital nasional. Selain itu, teknologi satelit dinilai memiliki peran penting dalam menjaga keberlangsungan layanan komunikasi saat terjadi bencana alam yang mengganggu infrastruktur telekomunikasi berbasis darat.
Nezar mencontohkan penggunaan layanan satelit LEO saat terjadi gangguan komunikasi di sejumlah wilayah seperti Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat akibat bencana. "Dalam situasi darurat ketika jaringan komunikasi terestrial terganggu, konektivitas berbasis satelit menjadi salah satu solusi yang tetap dapat diandalkan untuk mendukung koordinasi dan pelayanan kepada masyarakat," ucapnya.
Pemerintah terus mendorong pemanfaatan berbagai teknologi digital, termasuk satelit NGSO dan LEO, sebagai bagian dari upaya mempercepat transformasi digital nasional. Serta memperluas akses internet yang merata hingga ke daerah terdepan, terluar, dan tertinggal.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....