Menbud Fadli Targetkan Buku Sejarah Indonesia Rilis Akhir April 2026

  • 04 Apr 2026 06:23 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyatakan buku Sejarah Indonesia telah rampung secara substansi dan ditargetkan dapat diakses publik pada akhir April 2026, setelah penyelesaian revisi desain dan layout.
  • Buku akan tersedia dalam bentuk digital (e-book), namun masih dalam tahap penyelesaian teknis, termasuk proses pengalihmediaan yang diperkirakan memakan waktu 1–2 bulan.
  • Penyusunan buku melibatkan proses ketat dengan total 7.958 halaman dalam 11 jilid, sebagai bagian dari upaya pemajuan kebudayaan dan pembentukan identitas bangsa, dengan standar akademik yang dijaga oleh tim editor dan penulis ahli.

RRI.CO.ID, Jakarta - Menteri Kebudayaan (Menbud), Fadli Zon menyampaikan buku 'Sejarah Indonesia' setidaknya pada akhir April 2026 sudah dapat diakses publik. Ia menegaskan bahwa buku tersebut sudah selesai secara substansi, namun ada perubahan desain serta revisi layout.

"Mudah-mudahan bisa, dan sudah-sudah selesai kalau substansi. Buku sejarah ini benar-benar tahap finalisasi, kemarin sudah jadi semua, tinggal revisi akhirlah," katanya kepada wartawan usai konferensi pers: Program Dana IndonesiaRaya 2026, Gedung Kemendikdasmen, Jakarta Selatan, Kamis, 2 April 2026.

Terkait penulisan buku tersebut, rencananya juga akan dihadirkan dalam bentuk e-book. Namun saat ini, tim editor masih harus menyelesaikan sejumlah urusan teknis.

Sebelumnya, Kementerian Kebudayaan (Kemenbud) menargetkan buku sejarah tersebut bisa diakses secara digital dan gratis oleh masyarakat pada Februari 2026. Yang sebelumnya juga telah diluncurkan pada pertengahan Desember 2025.

"Dan juga tentu ada proses pengalihmediaan, jadi butuh proses kata mereka kurang lebih 1-2 bulan. Pokoknya, saya targetkan pada bulan Februari, kalau bisa sudah bisa diakses," ucapnya.

Sebelumnya, penerbitan buku sejarah Indonesia merupakan bagian dari instrumen pembentukan karakter dan indentitas bangsa. Demikian disampaikan oleh Direktur Jenderal Pelindungan Kebudayaan dan Tradisi Restu Gunawan.

"Penerbitan buku ini merupakan bagian integral dari upaya pemajuan kebudayaan nasional. Penyusunan buku ini menghasilkan 7.958 halaman dalam 11 jilid," ujarnya.

Proses penyusunan buku dilakukan melalui serangkaian tahapan yang ketat dan terukur. Hal tersebut mencerminkan komitmen kuat penyusun terhadap akurasi data serta kualitas substansi yang disajikan kepada pembaca.

Ia menjelaskan seluruh tahapan kerja disusun berdasarkan laporan priorisasi yang telah ditetapkan. Dalam proses ini, Kemenbud berperan sebagai fasilitator, khususnya dalam mendukung ide, gagasan, serta menghadirkan para penulis yang kompeten.

Sementara itu penentuan arah penulisan penunjukan penulis hingga pengawasan substansi menjadi tanggung jawab editor bidang dan editor umum. Dengan mekanisme tersebut, buku ini diharapkan mampu memenuhi standar akademik dan kualitas ilmiah yang tinggi.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....