Menbud Fadli Rencanakan Distribusi Buku Sejarah Secara Digital

  • 15 Des 2025 02:38 WIB
  •  Pusat Pemberitaan

KBRN, Jakarta: Menteri Kebudayaan Fadli Zon mengupayakan pendistribusian buku Sejarah Indonesia secara daring (digital). Menurutnya, langkah ini dilakukan agar seluruh masyarakat Indonesia dapat mengaksesnya dengan mudah.

Ia menjelaskan bahwa penerbitan buku sejarah yang berjumlah 7.958 halaman itu sepenuhnya akan dibiayai oleh APBN. "Kita akan cetak, tapi kita juga akan upayakan online, ini gratis dan dibiayai oleh APBN," ujarnya kepada wartawan usai peluncuran buku "Sejarah Indonesia: Dinamika Kebangsaan dalam Arus Global", di Jakarta, Minggu (14/12/2025).

Menbud menjelaskan bahwa proses pendistribusian buku secara daring akan dilakukan pada tahun depan. Saat ini, Kementerian Kebudayaan hanya berfokus kepada peluncuran buku Sejarah Indonesia versi terbaru saja.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa pengerjaan buku sejarah dikerjakan oleh 123 sejarawan dari 34 Perguruan Tinggi. Menbud menambahkan bahwa para penulis yang terlibat dalam penulisan tersebut memiliki keahlian yang berbeda-beda sesuai dengan latar belakang.

Setiap penulis berkontribusi berdasarkan bidang yang dikuasainya, sehingga materi yang disajikan lebih mendalam dan akurat. "Setelah melalui proses penulisan dan penyusunan selama kurang lebih satu tahun, buku tersebut akhirnya berhasil direalisasikan," ujarnya.

Menbud mengungkapkan rasa syukur atas terwujudnya karya yang diharapkan dapat memberikan kontribusi penting bagi pemahaman sejarah. Ia menyebut tanggal peluncuran buku ini memiliki makna tersendiri, karena sekaligus ditetapkan sebagai Hari Sejarah.

Sementara itu, Guru Besar Ilmu Besar UNDIP, Singgih Tri Sulistyo mengapresiasi peluncuran buku Sejarah Indonesia versi terbaru. Ia menghargau kerja keras para sejarawan dan ilmuwan yang menyelesaikan penyusunan buku tersebut selama kurang lebih satu tahun.

"Dalam peluncuran ini, kita menemukan kembali indentitas Indonesia yang telah lama terkubur," ujarnya.

Singgih menegaskan bahwa salah satu fungsi sejarawan adalah mengawal tradisi bangsa. Ia juga menyampaikan bahwa jumlah halaman buku sejarah yang sebelumnya berjumlah 5.000 halaman, namun seiring berjalannya waktu jumlahnya meningkat menjadi 7.958 halaman.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....