Jemaah Haji Ramai Kirim Oleh-oleh ke Indonesia lewat Kargo

  • 02 Mei 2026 14:45 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah calon haji Indonesia mulai ramai mengirim oleh-oleh melalui layanan kargo sejak akhir April 2026.
  • Pengiriman dilakukan menjelang pergeseran jemaah dari Madinah menuju Makkah Al-Mukarramah.
  • Jemaah memilih mengirim barang lebih awal untuk mengurangi beban bawaan saat ibadah.

RRI.CO.ID, Madinah - Jemaah calon haji Indonesia mulai ramai mengirim oleh-oleh melalui layanan kargo sejak akhir April 2026. Langkah itu dilakukan menjelang pergeseran jemaah dari Madinah menuju Makkah Al-Mukarramah.

Aktivitas pengiriman meningkat seiring bertambahnya pembelian oleh-oleh di Madinah. Jemaah memilih mengirim barang lebih awal untuk mengurangi beban bawaan saat ibadah.

Astuti, jemaah asal Pinrang, mengaku membelanjakan sekitar sembilan juta rupiah untuk oleh-oleh keluarga. Ia memilih layanan kargo agar lebih fokus menjalankan ibadah di Makkah.

“Saya pilih kirim sekarang supaya nanti fokus ibadah di Makkah. Saya tidak ingin terganggu urusan belanja saat di Tanah Suci,” kata Astuti kepada petugas Media Center Haji, di Madinah, Jumat, 1 Mei 2026.

Jemaah calon haji lainnya, Megawati juga mengirim barang lebih awal menggunakan layanan kargo menuju Indonesia. Ia mengatakan, cara tersebut membuat waktu ibadah di Makkah menjadi lebih optimal.

"Sengaja melakukan pengiriman di awal untuk mengurangi kesibukan mencari oleh-oleh menjelang kepulangan ke Indonesia. Jadi bisa berfokus beribadah di Masjidil Haram," kata Megawati.

Senada, jemaah lainnya, Muhamad Darwis mengaku mengirim sekitar sepuluh kilogram barang melalui layanan kargo haji. Barang yang dikirim berupa kurma dan pakaian khas Arab Saudi.

“Saya pilih kargo karena praktis dan tidak membawa beban berat. Cara ini membuat perjalanan ibadah terasa lebih nyaman,” ujar Darwis.

Petugas Pos Indonesia, Abdul Ghani, mengatakan, layanan kargo haji memasuki tahun ketiga penyelenggaraan. Pengiriman barang menjangkau seluruh wilayah Indonesia dengan estimasi tujuh hingga empat belas hari.

Tarif pengiriman rata-rata mencapai dua puluh tiga riyal per kilogram barang kiriman. Layanan tersebut membantu jemaah menjalankan ibadah tanpa khawatir membawa banyak barang.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....