Petugas Haji Bantu Jemaah Sakit Ibadah di Masjid Nabawi

  • 01 Mei 2026 22:20 WIB
  •  Pusat Pemberitaan
Poin Utama
  • Jemaah sakit tetap difasilitasi beribadah di Masjid Nabawi
  • Petugas dampingi lansia dan disabilitas secara intensif
  • Lebih dari 500 petugas disiapkan melayani jemaah khusus

RRI.CO.ID, Madinah - Jemaah haji Indonesia yang sakit tetap dibantu beribadah di Masjid Nabawi. Petugas haji mendampingi jemaah lansia dan disabilitas secara intensif di Madinah, Minggu 26 April 2026.

Khoirunnisa, 46 tahun, jemaah asal Probolinggo kesulitan berjalan akibat luka operasi kaki. Ia hanya berdiam di hotel sejak tiba di Madinah.

Ia mengaku sedih melihat rombongannya bisa beribadah di Masjid Nabawi. “Saya ingin sekali ikut ke Nabawi, rasanya sampai ingin menangis,” ujarnya.

Petugas Layanan Lansia dan Disabilitas kemudian mengunjunginya dan menawarkan bantuan. Khoirunnisa akhirnya diantar ke Masjid Nabawi dan Raudhah.

“Terima kasih sudah mengantar saya ke Raudhah, ini kesempatan berharga bagi saya,” katanya. Ia tampak terharu saat mendapatkan pendampingan tersebut.

Khoirunnisa sebelumnya tidak menggunakan kursi roda saat berangkat dari Indonesia. Namun, lukanya kembali terbuka karena terlalu sering berjalan.

Dokter menyebut proses pemulihan luka membutuhkan waktu sekitar dua pekan. “Saya kaget diberi tahu butuh dua minggu,” ujarnya lirih.

Jemaah lansia lain, Djumhari, 85 tahun, juga mengalami keluhan serupa. Ia merasakan pegal pada kaki sejak tiba di Madinah.

Petugas membantu memijat dan merawat kondisi fisiknya di kamar hotel. “Eco, enak,” ujar Djumhari saat mendapatkan layanan tersebut.

Koordinator layanan, Wira Putra, menyebut timnya aktif melayani berbagai kebutuhan jemaah. “Kami membantu makan, pijat, hingga antar ke Masjid Nabawi,” katanya.

Ia menambahkan ada 16 petugas khusus di Sektor dua Madinah. Mereka siap melayani jemaah dengan kondisi khusus setiap saat.

Wira juga memastikan keluarga jemaah tidak perlu khawatir berlebihan. “Kami berkomitmen memberi pelayanan maksimal bagi jemaah lansia dan disabilitas,” ujarnya.

Ia menyebut lebih dari 500 petugas telah dilatih melayani jemaah khusus. Mereka disiagakan di Madinah, Makkah, dan bandara.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru

Memuat berita terbaru.....