Strategi Keuangan Bagi Pelaku UMKM

  • 13 Jan 2024 08:07 WIB
  •  Surabaya

KBRN, Surabaya : Tak dipungkiri mencari modal usaha saat ini semakin mudah bisa melalui jasa perbankan dan juga pinjaman online legal. Namun munurut Afifatur Rohimah praktisi dan pemerhati UMKM kemudahan ini yang harus diwaspadai para pengusaha jangan sampai disalahgunakan.

"Banyak pelaku UMKM yang gulung tikar terbelit hutang karena suka gali lobang tutup lobang, belum lagi kebiasaan mengutamakan keinginan daripada kebutuhan", ujar Afifatur yang juga Dosen UINSA ini.

Saat berdialog bersama PRO1 RRI Surabaya dalam program Mozaik Indonesia Jumat (12/1/2024), Afifatur memberikan tips agar pelaku UMKM bisa konsisten menjalankan usahanya agar tidak berhutang kepada keluarga atau kerabat. Menurutnya kondisi ini bisa berubah jika kita tidak mampu memenuhi tanggung jawab kita untuk membayar hutang.

"Yang tadinya rukun gara-gara hutang malah bisa berantem, memecah silahturahmi bahkan mengganggu jalannya usaha", tegas wanita berhijab ini.

"Ia menyarankan lebih baik menggunakan pinjaman bank atau investasi yang kita miliki sebagai modal. Merintis usaha menggunakan investasi yang dimiliki bisa mengurangi resiko," tandasnya.

Lebih lanjut Ia mengatakan kesalahan terbesar pelaku usaha adalah tidak memiliki sistem keuangan yang baik. Sehingga uang modal bisa bercampur dengan keuntungan yang digunakan untuk kebutuhan hidup.

"Ada baiknya pengambilan keuntungan untuk kebutuhan pribadi tidak lebih dari 10 persen", ungkap Afifatur.

Hal ini untuk menghindari kerugian usaha yang dijalankannya.

Diakhir sesi dialog Afifatur juga menekankan pentingnya ketersediaan dana darurat bagi pelaku UMKM untuk menghindari kolaps atau bahkan bangkrut.

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....